|
|||
|
|||
![]() |
|
Logam Mulia GoldQuest Pencetus Sengketa
PERANG saudara nyaris tumpah di Hotel JW Marriott Surabaya, Selasa lalu. KH M. Yusuf Hasyim, 74 tahun, beradu dengan keponakannya, KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Dua tokoh nasional yang sama-sama dibesarkan di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU) ini bentrok.Kekhawatiran terjadinya bentrok massa pendukung Pak Ud --panggilan Yusuf Hasyim-- dengan pendukung Gus Dur sempat meruak ketika Pak Ud muncul di hotel sekitar pukul 14.00 WIB. Pimpinan Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, ini meninggalkan hotel 15 menit sebelum kemunculan Gus Dur pada pukul 16.30 WIB. Mantan Presiden RI ini tiba tanpa pengawalan ketat polisi. Malah, Garda Bangsa --satuan tugas Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang berseragam hitam-hitam-- absen mengawal Ketua Dewan Syuro PKB ini. Namun, suasana di Marriott tetap memanas kala itu. Sekitar 2.000 santri dan alumni Pesantren Tebuireng nyaris melabrak hotel. Mereka ingin menggagalkan peluncuran koin bergambar KH Hasyim Asy'ari yang rencananya diresmikan Gus Dur. GoldQuest International, penerbit koin emas itu, telanjur menyebar undangan. Lebih dari 1.000 tamu undangan berkerumun di dalam lobi dan pintu masuk hotel menanti acara. Dua kelompok yang punya kepentingan berbeda itu tak terlihat bersitegang. Tamu undangan GoldQuest, yang tampil perlente dengan jas dan batik, tak bereaksi menanggapi pendukung Pak Ud. Di Jalan Embong, Malang, massa Tebuireng melakukan unjuk rasa sambil bertakbir dan salawat, membuat macet jalan yang terletak di depan hotel itu. Mereka mengacung-acungkan poster. "Jangan tertipu riba terselubung", "Batalkan peluncuran koin GoldQuest", "Kalau kurang kerjaan, bikin aja koin bergambar mbahmu dewe", begitu antara lain bunyi corat-coret di poster yang diacungkan pendemo.Aksi unjuk rasa makin semarak karena ditimpali orasi Pak Ud di atas kabin sebuah truk. "GoldQuest telah mencemarkan nama baik keluarga Kiai Hasyim Asy'ari," katanya, disambut teriakan "Allahu Akbar" berkali-kali. Pak Ud tak rela koin emas bergambar ayahnya, KH Hasyim Asy'ari, itu diluncurkan. Sebab, menurut dia, selain tak memperoleh izinnya, praktek bisnis GoldQuest termasuk haram dan menipu rakyat. Itulah yang membawa para santri dan alumni Pesantren Tebuireng rela menempuh perjalanan sekitar dua jam, mengarungi jarak 150 kilometer Jombang-Surabaya. Mereka mengendarai 13 bus dan tiga truk. Aksi yang berlangsung dua jam ini tak berbuntut rusuh. Negosiasi sempat dilakukan antara Pak Ud, GoldQuest, dan manajemen hotel, yang disaksikan Kepala Kepolisian Resor Kota Surabaya Selatan, Ajun Komisaris Besar Polisi Ilham Salahuddin. GoldQuest, yang saat itu diwakili Corporate Secretary Wita Dahlan, mengaku tak berani mengambil keputusan. Sebab, seluruh direksi tengah menjemput Gus Dur di Bandar Udara Juanda. Saat itu, Pak Ud sempat berang. "Untuk apa Gus Dur diundang, mau ngadu domba kami?" katanya kepada Wita Dahlan. Sebelumnya tersiar kabar, peluncuran koin dibatalkan, tapi acara makan malam dan pelatihan tetap berlangsung. Namun, bagi Pak Ud, dua acara terakhir ini merupakan satu paket yang tak bisa dipisahkan. "Siapa yang jamin peluncuran koin terselubung tak dilakukan," katanya. Akhirnya, Pak Ud mendesak pihak hotel agar tak menyediakan tempat. Tak mau ambil risiko, General Manager Marriott, Frank Liepmann, pun mengabulkan permintaan Pak Ud. "Saya tak mau menyinggung Bapak," katanya. Maka, dibuatlah surat penyataan resmi yang berkop Hotel JW Marriot. Isinya, semua acara GoldQuest dibatalkan, kecuali ada izin dari yang berwenang.Setelah mendapat kepastian dan jaminan polisi, Pak Ud baru rela meninggalkan hotel. Didampingi putranya, Gus Rizal, ia meluncur dengan Opel Blazer hijau metalik. Meski sudah dibubarkan, tetamu yang antara lain dari Malang, Sidoarjo, dan Gresik tetap bertahan. Sebagian malah tertahan di luar hotel karena dihadang polisi. "Padahal, undangannya saya beli Rp 100.000," kata Julius Hartono, calon anggota GoldQuest, menggerutu. Kedatangan Gus Dur ke lokasi makin meramaikan suasana yang sempat mereda. Karena sulit bergerak, akhirnya Gus Dur memegang megafon dan membuat pernyataan dengan nada jengkel: "Ini bukan masalah KH Hasyim Asy'ari. Ini masalah demokrasi. Segala hal bisa diselesaikan di pengadilan." Gus Dur pun menyayangkan tindakan polisi yang masih menggunakan cara-cara lama, melarang acara itu. Rencananya, ia akan menggugat polisi. "Kok ngerungokno (mendengarkan) omongan Kiai Yusuf Hasyim. Kok dipercoyo, gombal!" katanya lagi. Perseteruan dua tokoh NU itu bukan barang baru. Selama ini, mereka tak bisa sepaham. Misalnya, dulu Pak Ud tak sreg dengan kritikan Gus Dur terhadap berdirinya Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia. Ketika Gus Dur terpilih jadi Ketua Umum Pengurus Besar NU di Muktamar NU Cipasung, Tasikmalaya, Jawa Barat, pada 1995, Pak Ud pun tegas menyatakan mundur dari organisasi Islam terbesar di Indonesia ini. Semula Pak Ud sempat mewanti-wanti tak mau memanaskan lagi perseteruan lamanya. Menurut dia, persoalan ini tak ada kaitannya dengan Gus Dur. Tapi, ceritanya kini berlainan. Setelah mendengar ucapan pedas Gus Dur yang dilansir berbagai media, Pak Ud tak mau mundur. "Saya pasti akan menggugatnya," katanya kepada GATRA. Menurut Gus Dur, gambar Hadratus Syekh KH Hasyim Asy'ari tak ada hubungannya dengan hak warisan. "Ini hanya kepentingan pribadi Pak Ud," katanya. Jika memang persoalan keluarga, kenapa anggota keluarga, termasuk dirinya dan kakak-kakaknya, seperti Abdul Hakim Hasyim, Abdul Cholid Hasyim, dan Abdul Karim, tak diajak berembuk. Jika ada yang mengaku-aku mewakili keluarga KH Hasyim Asy'ari, lebih baik diselesaikan di pengadilan.Karena itu, mencetak gambar kakeknya dalam koin emas, menurut Gus Dur, tak menodai citra keluarga. Malah mengekalkan penghargaan masyarakat terhadap KH Hasyim Asy'ari sebagai pahlawan nasional. GoldQuest tak semata-mata bisnis, karena sebagian keuntungannya akan disisihkan untuk yayasan pendidikan anak telantar, antara lain Yayasan Darussalam, Jakarta, milik Gus Dur. Sehari setelah peristiwa itu, jajaran manajemen GoldQuest menggelar jumpa pers. Gus Dur juga hadir di situ. Mereka mengaku baru menghitung kerugian sekitar Rp 200 juta untuk sewa tempat. Perusahaan belum memutuskan apakah tetap menerbitkan koin emas bergambar KH Hasyim Asy'ari atau tidak. "Saya mendukung apa yang diinginkan Gus Dur," kata Kurt Ganesha Rinck, Director of Network Affairs GoldQuest, kepada GATRA. Sedianya, koin itu dicetak sebanyak 20.000 keping. Tanda-tanda penolakan Pak Ud sebenarnya sudah muncul sebelumnya. Martha Willianti, seorang penghubung, dan Kurt Ganesha Rinck sempat menemui Pak Ud di rumahnya di Jalan Wijaya Kusuma, Jakarta, Juni lalu. Rencana penerbitan koin ini juga sempat disampaikan kepada Pak Ud. Waktu itu, GoldQuest pun berjanji menerbitkan kitab-kitab KH Hasyim Asy'ari. Pak Ud sempat ditawari uang Rp 6 milyar plus royalti. Tapi, ditolaknya. "Jangankan enam milyar, enam trilyun saja saya tak akan menjual ayah saya," katanya. Setelah itu, rencana penerbitan koin itu tak ada kabar beritanya. Baru dua pekan lalu, tersiar berita peluncuran kepingan emas bergambar KH Hasyim Asy'ari akan digelar di Hotel JW Marriot Surabaya. Meskipun ada undangan yang mampir ke Pengurus Wilayah NU Jawa Timur, Pak Ud malah tak menerima undangan untuk hadir di acara itu.Pak Ud, yang sedari awal memang menolak peluncuran koin emas itu, kemudian menyomasi GoldQuest. Surat somasi dilayangkan lewat Kantor Pengacara M. Luthfie Hakim, SH, Rabu pekan lalu. Sehari kemudian, Pak Ud mengajukan surat permohonan kepada Kapolri untuk membubarkan acara peluncuran itu. Dalam surat itu, menurut Luthfie Hakim, disebutkan bahwa KH Yusuf Hasyim sebagai putra almarhum KH Hasyim Asy'ari yang masih hidup dari 14 bersaudara. GoldQuest tak pernah mendapat izin, baik lisan maupun tertulis. Penolakan itu diperkuat dengan argumen fatwa yang sempat diterbitkan Pengurus Wilayah NU Jawa Timur, November tahun lalu. Bisnis GoldQuest sudah diputuskan haram (lihat: Akibat Koin Berwajah Kiai). Dikhawatirkan, penerbitan koin itu memicu gejolak, khususnya warga NU di Jawa Timur. Tindakan hukum, baik pidana maupun perdata, menurut Luthfie, baru akan dilancarkan setelah terbukti ada peluncuran atau peredaran koin tersebut. Sehari sebelum aksi unjuk rasa itu, Pak Ud sempat mengadu ke Kepolisian Daerah Jawa Timur. Jika tak ada kepastian pembubaran acara, ia tetap akan mengerahkan massanya dari Tebuireng. Ketua Pengurus Besar NU, KH Hasyim Muzadi, yang sempat menemui Pak Ud di kantor Pengurus Wilayah NU Jawa Timur, menyatakan tak bisa ikut campur dalam kasus ini. "Secara hukum, ini urusan keluarga," katanya. Kegagalan GoldQuest meluncurkan koin emas bergambar tokoh Indonesia baru kali ini terjadi. Sebelumnya, peluncuran koin emas Presiden Soekarno, Bung Hatta, dan Rudy Hartono aman-aman saja. Begitu juga peluncuran koin emas bergambar Candi Borobudur. Secara keseluruhan, konon, perusahaan yang masuk ke Indonesia pada 1999 ini sudah menjual lebih dari 200.000 keping emas. Duit yang bisa diraupnya lebih dari Rp 1,4 trilyun --dengan keuntungan sekitar Rp 8,3 milyar. Kerja sama penerbitan koin emas itu juga memberikan keuntungan bagi mitra GoldQuest. Menurut Banter Istiadi, Kepala Humas Taman Wisata, pihaknya mendapat dana sumbangan US$ 20.000. Hingga kini sudah mendapat royalti tiga kali. Tiap bulan dibayar US$ 3.000. "Tapi, kami tak wajib jadi anggota GoldQuest," katanya kepada Sujoko dari GATRA.Mantan atlet bulu tangkis, juara All England delapan kali, Rudy Hartono, juga mengaku bakal mendapat rezeki dari penerbitan koin emas bergambar dirinya. Pertama kali diluncurkan pada Mei lalu, sebanyak 10.000 keping. Hingga kini, menurut Rudy, baru terjual 100 koin. Dari penerbitan itu, ia berhak mendapat royalti, yang pelaporannya baru diberikan setelah penjualan mencapai 1.000 keping. "Masalah fee-nya itu urusan pribadi saya," katanya kepada Rini Anggraini dari GATRA. Rudy bersedia digambar wajahnya karena dianggap mempromosikan bulu tangkis. Apalagi, ia disejajarkan dengan para tokoh sekaliber Bung Karno dan Bung Hatta. "Saya punya kebanggaan sendiri," katanya. GoldQuest juga merambah tokoh-tokoh nasional lainnya seperti Bung Karno. Pada "Peringatan 100 Tahun Bung Karno", GoldQuest meluncurkan seri koin berwajah Bung Karno, Juni 2001. Sejauh ini sudah terjual 13.000 keping. Koin Bung Karno juga dipasarkan ke luar negeri. Kepandaian GoldQuest memilih figur lumayan ampuh menarik peminat. Beberapa pejabat tinggi negara dan anggota DPR juga sempat mengoleksi koin-koin emas GoldQuest. Aktivitas rekrutmen anggota GoldQuest tak pernah sepi. Lihat saja, suasana kantor perwakilan GoldQuest di lantai 15 Wisma Metropolitan II, Jakarta. Sekitar 50 anggota baru asyik menyimak seluk-beluk GoldQuest, Selasa lalu. Di salah satu sudut ruangan kantor, ada kesibukan presentasi prospek bisnis ini. Mereka seperti tak peduli dengan berbagai kontroversi bisnis ini. "Kalau bisnis ini ilegal, nggak mungkin dong dapat izin dari Megawati untuk membuat koin emas bergambar ayahnya, Soekarno," kata Denny, pembicara dalam pertemuan itu. Untuk meyakinkan anggota anyar ini, Denny memamerkan dua lembar cek atas nama Guruh Soekarnoputra, masing-masing US$ 2.400 dan US$ 1.600. Dalam setiap kali pertemuan, kesaksian anggota yang sukses selalu ditampilkan. Saat itu, yang jadi bintang adalah Meice, karyawati sebuah perusahaan swasta di Jakarta. Apa kabar semuanya? Dijawab, "Luar biasa!" Itulah kata-kata khas GoldQuest yang biasa dipakai dalam setiap kali penghelatan. "Jangan rendahkan bisnis ini karena akan mengubah hidup Anda," kata Meice. Ia mengaku, baru enam bulan bergabung dengan GoldQuest sudah sanggup membeli mobil seharga Rp 95 juta. Acara serupa kerap dilangsungkan di hotel-hotel. Obrolan tabu yang diharamkan dalam setiap kali pertemuan adalah membicarakan bisnis di luar GoldQuest. Toh, tak semua peserta menangguk cerita sukses. Wahyu, seorang karyawan swasta di Cikarang, Jawa Barat, setengah tahun lalu menghentikan semua aktivitasnya di GoldQuest. Alumnus Universitas Sebelas Maret, Solo, Jawa Tengah, ini harus menyetor uang US$ 2.550 untuk tiga keping koin bergambar Soekarno, Putri Diana, dan Jhon F. Kennedy. Tapi, ia cukup membayar US$ 1.200. Sisanya dibayar dengan merekrut anggota baru. Tiap keping dihargai 10 orang. Awalnya, Wahyu bersemangat. Namun, setelah ditimang-timang, pekerjaan ini tak memberikan jalan keluar terbaik. Menarik anggota tentu bukan perkara mudah. Apalagi, janji para perekrut ikut menyelesaikan setiap kendala ternyata tak terbukti. Setoran uang sebanyak US$ 1.200 yang bisa ditarik kapan pun jika mengundurkan diri --seperti termaktub dalam formulir-- hingga kini belum ditepati. "Kok, saya merasa bisnis ini banyak tak masuk akalnya," katanya. Sayang, bukan masuk akal atau tidaknya bisnis ini yang menjadi penyulut seteru Gus Dur-Pak Ud. Mereka malah berdebat soal hak menggunakan nama pendiri NU. Padahal, menurut Salahuddin Wahid, adik kandung Gus Dur, keluarga besar belum pernah menggelar rapat soal ini. "Kami harus minta pendapat ahli hukum dulu," kata anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia ini. Akan lebih baik bila mereka berdebat soal perlindungan bagi para pembeli koin emas, agar tak terjerumus dalam bisnis berisiko yang tak dipahaminya. (Gtr) Perkara GoldQuest NU Jatim Koreksi Gus DurPengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur mengoreksi pernyataan mantan Ketua Umum PBNU KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) soal hukum haram untuk produk GoldQuest. "Kami tetap mengharamkan sistem bisnis yang ditawarkan GoldQuest berupa emas dan sistim bisnis `turunan` GoldQuest yang ditawarkan secara MLM (multilevel marketing)," kata Ketua PWNU Jatim KH Drs Ali Maschan Moesa MSi di Surabaya, Kamis. Ia menjelaskan, pernyataan Gus Dur bahwa PWNU Jatim keliru dalam mengharamkan GoldQuest, karena keputusannya masih belum final, maka informasi yang diterima Gus Dur justru tidak lengkap. "NU Jatim tidak akan turut campur dalam masalah pencantuman gambar pendiri NU KH Hasyim Asy`ari dalam koin emas PT GoldQuest, karena itu merupakan urusan keluarga. Namun PWNU Jatim berkepentingan dalam masalah hukum GoldQuest yang sudah berkali-kali kami bahas," katanya. Menurut dosen IAIN Sunan Ampel Surabaya itu, NU Jatim mengharamkan bisnis GoldQuest dan "turunan"-nya (hasil modifikasi bisnis GoldQuest), karena mengandung unsur ghoror (tipuan) yang menyalahi sistem muamalat (jual-beli) dalam ajaran Islam. "GoldQuest menawarkan emas dengan cara inden (pesan) dengan pembayaran tunai (full payment) seharga Rp 8,5 juta. Tapi penyerahan emas baru dapat diterima 1-2 bulan berikutnya," katanya. Selain itu, katanya, nilai Rp 8,5 juta dapat dibayar 50 persen (partial payment). Sisanya dibayar melalui hasil bonus pencarian sepuluh pembeli baru yang diistilahkan dengan "kaki kanan lima-kaki kiri lima." "Koin emas itu sendiri kalau dijual ke pasaran hanya laku Rp 3 juta. Tapi pembeli berharap keuntungan melalui sistem berantai, padahal sangat mungkin nasabah tak mendapatkan sepuluh pembeli," katanya. Apalagi, katanya, GoldQuest sendiri membatasi produk dalam jumlah tertentu, sehingga pembeli tidak tahu, apakah GoldQuest yang dibeli merupakan sisa yang sudah tidak ada bonus apa-apa lagi. "Hal itu diakui GoldQuest sendiri dalam brosur GQI:973PRINCIPLES bahwa pembeli belakangan hanya mempunyai kesempatan tiga persen untuk mendapatkan bonus. Jadi, unsur ghoror-nya cukup jelas, karena ada uang tapi tak ada barang. Apalagi Islam melarang pembelian emas yang tidak tunai," katanya. Ia menambahkan, adanya ketidakpastian justru lebih parah lagi di dalam sistem "turunan" (hasil modifikasi) GoldQuest, yakni sistem MLM untuk komoditas selain GQI (emas), seperti pembelian mobil, rumah, atau umroh, dan sistem invetasi modal, seperti kasus Ramli Araby. "Jadi, GoldQuest dan turunannya hanya merupakan kedok untuk menggandakan uang secara tidak halal, termasuk dengan menggunakan nama KH Hasyim Asy`ari. Cara itu akan gagal, karena ada yang tidak setuju, yakni Pak Ud (KH Yusuf Hasyim)," katanya. [Tma, Ant.Gtr] Santri Tebu Ireng Tolak Koin KH Asy'ari Ratusan santri Pondok Pesantren Tebu Ireng Jombang, Jawa Timur, Selasa siang sekitar pukul 12.30 WIB berangkat menuju Surabaya untuk melakukan aksi penolakan terhadap peluncuran koin emas GoldQuest bergambar pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim Asy`ari. Ratusan santri putra dan putri itu berangkat ke Surabaya dengan menumpang 13 bus, dipimpin Gus Irfan Yusuf Hasyim, putra KH Yusuf Hasyim atau cucu KH Hasyim Asy`ari. Keberangkatan mereka ke Surabaya dikawal aparat kepolisian dan rencananya akan langsung menuju Hotel JW Marriott Surabaya, lokasi rencana dilaksanakannya peluncuran koin emas tersebut. Gus Irfan, yang ditemui sebelum mendampingi para santri berangkat ke Surabaya mengatakan, peluncuran koin emas Gold-Quest bergambar pendiri NU tersebut belum mendapat izin dari pihak keluarga. "Selain itu, NU juga mengharamkan keberadaan GoldQuest, sehingga peluncuran koin emas itu dinilai tidak benar," katanya. Sementara itu, informasi yang diperoleh dari Surabaya menyebutkan peluncuran koin emas GoldQuest rencananya akan dilaksanakan di Hotel JW Marriott Surabaya sekitar pukul 15.00 WIB dan dihadiri KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Namun sejauh ini belum diperoleh kepastian apakah acara itu jadi dilaksanakan atau tidak. Sebelumnya, Kepala Biro Operasional Polda Jatim Kombes Pol M Kusnadi mengatakan pihaknya telah menghubungi Kapolwiltabes Surabaya Kombes Pol Ade Rahardja untuk menanyakan masalah peluncuran koin emas GoldQuest tersebut. "Hasilnya, pak Ade menjawab, saya tidak mengizinkan GoldQuest mengadakan launching di sana. Karena itu, diskusi dan peluncuran GoldQuest di JW Marriott tidak ada," katanya. Pengasuh Pesantren Tebuireng Jombang KH Yusuf Hasyim (Pak Ud) juga telah melaporkan Vieknesh Eswaran selaku Acting Country Manager GoldQuest International Ltd ke Mapolda Jatim (20/10), terkait rencana menerbitkan koin emas bergambar pendiri NU KH Hasyim Asy`ari itu. "Kita melaporkan kekecewaan, kenapa GoldQuest meninggalkan keluarga. Mereka (GoldQuest) boleh-boleh saja mengambil keuntungan di Indonesia, tapi jangan melanggar hak asasi kami sekeluarga," kata Pak Ud seusai melapor bersama pengacaranya M Luthfie Hakim. GoldQuest International Ltd merupakan perusahaan retailer produk emas yang berpusat di Hongkong dan di Indonesia berbentuk PT GoldQuest Indonesia yang berkantor di Wisma Metropolitan II, lantai 15, Jakarta. Salah satu produk unggulan GoldQuest adalah koleksi koin emas mantan maestro bulutangkus Indonesia Rudy Hartono yang diluncurkan di Hotel Borobudur, Jakarta pada 1 Mei 2003, sedang koin emas KH Hasyim Asy`ari akan diluncurkan pada 21 Oktober di Surabaya. [Tma, Ant, Gtr] Pak Ud Laporkan GoldQuest ke Polda Jatim Pengasuh Pesantren Tebuireng, Jombang, KH Yusuf Hasyim (Pak Ud), Senin, melaporkan Vieknesh Eswaran, Acting Country Manager GoldQuest International Ltd ke Mapolda Jatim, karena bakal menerbitkan koin emas bergambar pendiri NU KH Hasyim Asy`ari. Pak Ud tiba di Bagian Pelayanan Masyarakat (Yanmas) Mapolda Jatim bersama pengacaranya M Luthfie Hakim sekitar pukul 14.30 WIB dan diterima Kompol Damanik selaku komadan jaga di Yanmas Biro Operasional Polda Jatim selama satu jam lebih. "Kita melaporkan kekecewaan, kenapa GoldQuest meninggalkan keluarga. Mereka (GoldQuest) boleh-boleh saja mengambil keuntungan di Indonesia, tapi jangan melanggar hak asasi kami sekeluarga," kata Pak Ud seusai melapor. Menurut putra pendiri NU KH Hasyim Asy`ari itu, jika cucu KH Hasyim Asy`ari KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dikabarkan akan menghadiri peluncuran koin emas bergambar ayahnya itu, hal itu baru didengar dari media massa. "Tapi, kalau pun Gus Dur mau, maka yang lebih berhak adalah saya selaku putra KH Hasyim Asy`ari satu-satunya yang masih hidup, apalagi saya juga didukung lima dari delapan cucu yang ada yaitu Nyai Hj Abidah Maksum, Ruqoiyah Yusuf Masyhar, Abdulhaq Idris, dan Fahmi Hadzik," katanya. Ia mengisahkan, dirinya memang pernah didatangi pimpinan GoldQuest sekitar setahun silam. Namun tidak pernah ada pembicaraan tentang koin emas dan dirinya memang selalu menerima siapa pun tamu yang datang, karena itu dirinya tidak tahu jika akhirnya disalahgunakan. "Beberapa hari setelah itu ada telepon dari GoldQuest bahwa saya akan diberi royalti Rp 6 miliar dan sepuluh persen setiap ada penerbitan koin emas baru. Jangankan Rp 6 miliar, tapi Rp 600 triliun pun saya tak mau, karena hal itu sama dengan melecehkan orang tua yang kami hormati," katanya. Oleh karena itu, katanya, pihaknya siap mendemonstrasi acara peluncuran itu dengan mengerahkan sekitar 1.500 santri yang terdiri atas 15 bus santri dari Pesantren Tebuireng Jombang, sejumlah alumni Pesantren Tebuireng di Surabaya, dan ratusan santri Pesantren Sidoresmo, Surabaya. "Kami datang untuk menyampaikan keberatan, karena itu kami tidak akan anarkhis, tapi saya tetap berharap polisi membantu untuk mengantisipasi adanya orang ketiga yang mengacaukan suasana. Yang jelas, santri akan berangkat ke Surabaya dengan dikawal Polres Jombang," katanya. Sementara itu, pengacaranya M Luthfie Hakim menegaskan bahwa kliennya mengajukan keberatan karena tiga hal, yakni koin emas itu tak ada izin dari dirinya selaku putra almarhum KH Hasyim Asy`ari yang masih hidup, karena itu kliennya melaporkan perbuatan yang tak menyenangkan. Selain itu, katanya, almarhum KH Hasyim Asy`ari bukan sekedar seorang ulama, melainkan orang yang sangat dihormati. Karena itu kliennya melaporkan pencemaran nama baik orang yang layak dihormati. Alasan ketiga, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim secara institusional telah mengeluarkan fatwa haram terhadap bisnis GoldQuest, karena itu kliennya ingin menjalankan fatwa PWNU Jatim itu agar tak menimbulkan keresahan di masyarakat. "Kami sendiri sudah melayangkan somasi pada 15 Oktober lalu tapi tidak ada tanggapan sampai hari ini (20/10), karena itu kami berharap GoldQuest tak meneruskan langkahnya menerbitkan koin emas bergambar KH Hasyim Asy`ari di wilayah mana pun, termasuk di Surabaya pada 21 Oktober," katanya. Oleh karena itu, katanya, kliennya akan menggugat secara pidana atas tersebarnya ribuan undangan peluncuran koin emas bergambar KH Hasyim Asy`ari di hotel JW Marriott Surabaya pada 21 Oktober dengan tuduhan mencemarkan nama baik dan melakukan perbuatan tak menyenangkan. Gold Quest International Ltd merupakan perusahaan retailer produk emas yang berpusat di Hongkong. Cabang Indonesia bernama PT Gold Quest Indonesia yang berkantor di Wisma Metropolitan II, lantai 15, Jakarta. Salah satu produk unggulan Gold Quest adalah koleksi koin emas mantan maestro bulutangkus Indonesia Rudy Hartono yang diluncurkan di Hotel Borobudur, Jakarta pada 1 Mei 2003. Sedangkan koin emas KH Hasyim Asy`ari akan diluncurkan pada 21 Oktober di Surabaya. Selain koin emas, produk lain Gold Quest adalah berbagai aksesoris berlapis emas seperti jam tangan dan perhiasan yang diperjualbelikan di seluruh dunia untuk kepentingan koleksi dan investasi. [Tma, Ant, Gtr]
|
|
||||||||
|
|
|
||||||||||
|
||
| Questions & suggestion or problems regarding this web site should be directed to webmaster | ||
| Copyright © Sep 2002 - Disclaimer - power with Pmachine All right reserved | ||
|
in association with Muslim Netters Association best viewed with IE Resoluton 800 X 600 |
||
|
|