|
|||
|
|||
![]() |
|
KH. A. Cholil Ridwan: LDII Belum Berubah, Picu Kemarahan Umat Islam
Lanjutkan Investigasi, MUI Belum Akui LDII ![]() Meskipun tidak membenarkan adanya tindak kekerasan, Majelis Ulama Indonesia menilai ajaran yang dibawa Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) masih bermasalah dan dianggap sesat. Hal ini terbukti, peristiwa pengrusakan Musholla milik LDII di Jember, Jawa Timur, kembali terjadi pada bulan Ramadhan ini."Kebanyakan dari mereka sudah tidak lagi sesuai dengan pimpinan pusat mereka, yang katanya sudah taubat, sudah sama dengan yang lainnya, tapi ternyatan didaerah-daerah masih tetap ekslusif, dan memandang yang di luar mereka kafir, "jelas salah satu Ketua MUI KH. A. Cholil Ridwan kepada Eramuslim, Jum'at(21/9). Ia menganggap, perlawanan yang dilakukan oleh warga didaerah itu, essensinya merupakan upaya memerangi kesesatan ajaran Islam, yakni amar ma'fur nahyi munkar pada bulan Ramadhan, seperti yang pernah diajarkan oleh Rasulullah. Meski demikian, MUI tidak membenarkan adanya kekerasan dalam upaya meluruskan ajaran Islam. "Saya kira teman-teman di Jember meyakini, hal yang dilakukannya itu dalam rangka amal sholeh, sehingga hal itu tidak bisa dikatakan mencederai dan mengurangi makna bulan Ramadhan, "jelasnya. Adapun aksi pengrusakan dan amuk massa itu, lanjut Cholil merupakan akibat dari reaksi yang ada, padahal seandainya umat Islam dari LDII bisa bersifat terbuka untuk beribadah bersama, dan membuka diri dengan yang lainnya tentu tidak akan terjadi peristiwa tersebut. Ia menegaskan, selama ini pengakuan LDII sudah mendapat restu dari MUI tidak benar, sebab selama ini kegiatan MUI daerah mendatangi markas LDII itu dalam rangka melakukan investigasi kegiatan yang dilakukannya. Seperti diketahui, Jajaran Kepolisian Jember Jawa Timur, mengamankan mushollah kompleks Penayungan, Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember, yang dibangun Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). Mushollah yang dibangun Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di Dusun Krajan, Desa Tanggul Wetan, Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember itu dirusak warga pada Rabu (19/9) sekitar pukul 20. 00 WIB. Selain itu, polisi juga mengamankan sembilan keluarga anggota Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di Dusun Krajan, Desa Tanggul Wetan, dengan alasan khawatir terjadi amuk massa susulan. LDII merupakan nama lain dari Islam Jamaah (IJ), sebuah kelompok sesat yang dibentuk semasa Orde Baru berkuasa. Konon, arsitek Opsus Ali Moertopo yang sangat Islamophobia menjadi pelindungnya. IJ atau LDII ini juga berada di bawah perlindungan sebuah partai politik terbesar zaman Orde Baru. Banyak kalangan yakin, IJ atau LDII ini tidak akan pernah bisa dibubarkan sebelum partai politik Orde Baru itu dibubarkan juga. (rz/Novel/eramuslim) Lanjutkan Investigasi, MUI Belum Akui LDII
Majelis Ulama Indonesia Pusat menyatakan masih melakukan investigasi terhadap Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), terkait tuduhan-tuduhan yang dtujukan ke lembaga itu.Hal tersebut disampaikan salah satu Ketua MUI Pusat KH. Ahmad Cholil Ridwan ditemui saat menghadiri persidangan majalah Palyboy, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (8/3). "MUI baru menerima laporan dari LDII, dari masyarakat, dan kita sedang melakukan investigasi, " ujarnya. Menurutnya, hingga saat ini DPP MUI secara kelembagaan sudah mengeluarkan keputusan untuk melarang pengurusnya, atas nama pribadi maupun lembaga untuk tidak menghadiri acara Rakernas LDII yang digelar sejak Selasa (6/3) lalu. Mengenai kehadiran Ketua Komisi Fatwa MUI KH. Ma'ruf Amin dalam pembukaan Rakernas LDII, ia mengatakan, sebenarnya hal itu melanggar keputusan rapat MUI, tetapi beliau hadir di sana atas nama pribadi. Di MUI sangat sulit untuk membedakan posisi pribadi dengan institusi. Lebih lanjut Cholil menegaskan, MUI mempunyai data-data bahwa pengikut LDII didaerah masih mengajarkan ajaran Islam jamaah. "Kedatangan Pak Ma'ruf ke pesantren LDII hanya untuk investigasi bukan untuk mengakui LDII, " jelasnya. Ridwan mengakui, pihak LDII sudah meminta kesempatan untuk memberikan klarifikasi, namun MUI kini sedang mengumpulkan bukti-bukti dilapanga. (novel/eramuslim)
|
|
||||||||
|
|
|
||||||||||
|
||
| Questions & suggestion or problems regarding this web site should be directed to webmaster | ||
| Copyright © Sep 2002 - Disclaimer - power with Pmachine All right reserved | ||
|
in association with Muslim Netters Association best viewed with IE Resoluton 800 X 600 |
||
|
|