Home Dengar Al Quran Online Al-Quran Search Baca Al-Quran Miracles of Quran
 
 Member :Log-In -Register 
Kajian Siyasah/Khilafah Oleh : Redaksi 01 Jan 2006 - 1:31 am
Oleh: M. Shiddiq al-Jawi

Pengertian Bahasa
Khilafah menurut makna bahasa merupakan mashdar dari fi'il madhi khalafa, berarti: menggantikan atau menempati tempatnya (Munawwir, 1984:390). Makna khilafah menurut Ibrahim Anis (1972) adalah orang yang datang setelah orang lain lalu menggantikan tempatnya (jâ'a ba'dahu fa-shâra makânahu) (Al-Mu'jam al-Wasith, I/251).

Dalam kitab Mu'jam Maqayis al-Lughah (II/210) dinyatakan, khilafah dikaitkan dengan penggantian karena orang yang kedua datang setelah orang yang pertama dan menggantikan kedudukannya. Menurut Imam ath-Thabari, makna bahasa inilah yang menjadi alasan mengapa as-sulthan al-a'zham (penguasa besar umat Islam) disebut sebagai khalifah, karena dia menggantikan penguasa sebelumnya, lalu menggantikan posisinya (Tafsir Ath-Thabari, I/199).

Imam al-Qalqasyandi mengatakan, menurut tradisi umum istilah khilafah kemudian digunakan untuk menyebut kepemimpinan agung (az-za'amah al-uzhma), yaitu kekuasaan umum atas seluruh umat, pelaksanaan urusan-urusan umat, dan pemikulan tugas-tugas mereka (Al-Qalqasyandi, Ma'atsir al-Inafah fi Ma’alim al-Khilafah, I/8-9).
0 Komentar | dibaca 2931 hits - Baca Lanjut  

Kajian Siyasah/Khilafah Oleh : Redaksi 03 May 2005 - 1:00 am
oleh Mgs. Armansyah, S.Kom
imageDengan Nama Allah Penguasa Alam Semesta yang Maha Kasih,
Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh,
Salam persahabatan penuh do'a kepada Jalan Kebenaran untuk para sahabat dari luar Islam.

Seringkali kita memandang sinis kepada orang yang tidak sependapat dengan diri kita dalam suatu permasalahan, bahkan tidak jarang kita memperlakukannya bagaikan seorang musuh yang harus dilenyapkan dari atas dunia, kalau perlu malah mencincang-cincang dahulu tubuhnya sebelum dibunuh.

Ini adalah suatu tindakan yang anarki, tidak bermoral dan bahkan sangat bertentangan dengan jiwa-jiwa luhur Islamiah.
0 Komentar | dibaca 1919 hits - Baca Lanjut  

Kajian Siyasah/Khilafah Oleh : Redaksi 25 Feb 2005 - 5:00 am
Indonesia, yang dulu dikenal dengan istilah Nusantara, merupakan negeri Muslim terbesar di dunia Islam. Jauh sebelum merdeka dari penjajahan fisik (militer) dan menjadi sebuah negara Indonesia, di wilayah Nusantara telah berdiri pusat-pusat kekuasaan Islam yang berbentuk kesultanan. Mulai dari kesultanan Aceh yang terletak di ujung barat, hingga kesultanan Ternate di ujung timur.

Berbagai catatan sejarah membuktikan bahwa kesultanan-kesultanan Islam tersebut tidaklah berdiri sendiri, melainkan memiliki hubungan sangat erat dengan Kekhilafahan Islam, khususnya Khilafah Utsmaniyah yang berpusat di Turki. Tulisan ini akan mengulas secara ringkas beberapa bukti sejarah yang menggambarkan hubungan kesatuan antara kesultanan-kesultanan Islam di wilayah Nusantara dengan Khilafah Islamiyah.
0 Komentar | dibaca 3034 hits - Baca Lanjut  

Kajian Siyasah/Khilafah Oleh : Redaksi 21 Dec 2004 - 1:20 am
Rasulullah SAW telah memerintahkan kepada kaum muslimin agar mereka mengangkat seorang khalifah setelah beliau SAW wafat, yang dibai'at dengan bai'at syar'iy untuk memerintahkan kaum muslimin berdasarkan Kitabullah dan Sunnah Rasulullah SAW. Menegakkan syari'at Allah, dan berjihad bersama kaum muslimin melawan musuh-musuh Allah.

Rasulullah SAW bersabda : "Sesungguhnya tidak ada Nabi setelah aku, dan akan ada para khalifah, dan banyak (jumlahnya)." para sahabat bertanya, "Apa yang engkau perintahkan kepada kami? Nabi SAW menjawab, "penuhilah bai'at yang pertama, dan yang pertama. Dan Allah akan bertanya kepada mereka apa-apa yang mereka pimpin." (HR. MUSLIM) Rasulullah SAW berwasiat kepada kaum muslimin, agar jangan sampai ada masa tanpa adanya khalifah (yang memimpin kaum muslimin). Jika hal ini terjadi, dengan tiadanya seorang khalifah, maka wajib bagi kaum muslimin berupaya mengangkat khalifah yang baru, meskipun hal itu berakibat pada kematian.
0 Komentar | dibaca 4485 hits - Baca Lanjut  

Kajian Siyasah/Khilafah Oleh : Redaksi 20 Dec 2004 - 2:00 am
imageOleh: Ali Syariati
Secara tegas saya katakan bahwa Imam Husein adalah pewaris Islam, pewaris revolusi yang diledakkan oleh kakeknya, pewaris gerakan perubahan menyeluruh yang dipertahankan oleh sang ayah dan saudara tercinta. Sayangnya, beliau tidak mewarisi pasukan, senjata atau harta. Oleh karena itu, tidak ada lagi sisa-sisa kekuatan yang bisa beliau andalkan. Bahkan, beliau pun tidak mendapatkan warisan kelompok yang punya komitmen yang cukup.

Semua ini menunjukkan bahwa pada awal mulanya kepemimpinan Imam Husein merupakan modal dan basis utama. Sebagaimana keberadaan setiap pemimpin yang mengimani keharusan perjuangan, bangkit dan melakukan perlawanan bagi beliau bukan sebuah pilihan yang bebas. Namun, beliau harus tunduk pada segala situasi dan kondisi yang tengah berkembang, termasuk dalam mengambil pola peperangan yang harus beliau hadapi.
0 Komentar | dibaca 1878 hits - Baca Lanjut  

Kajian Siyasah/Khilafah Oleh : Redaksi 07 Dec 2004 - 9:00 am
Pernah tahu bangsa yang sangat terkenal dengan kekejamannya? Bangsa yang telah membasmi kaum muslimin dengan jumlah yang fantastis? Jumlah yang sangat tinggi (dengan peralatan perang pada masa itu) dibanding apa yang telah dan sedang terjadi di Irak saat ini (dengan peralatan perang yang canggih)? Mereka adalah bangsa Tartar.

Mengapa mereka bisa berbuat demikian? Di mana letak kesalahan kaum muslimin dan pemimpin mereka?

Runtuhnya Baghdad (ibukota daulah Abbasiah) di tangan bangsa Tartar tidak terlepas dari pengkhianatan yang dilakukan oleh al-wazir Umayyiduddien Muhammad bin al-Alqami ar-tafidhi seorang Syiah Rafidhah yang amat dendam terhadap ahlu sunnah.
0 Komentar | dibaca 2064 hits - Baca Lanjut  

Kajian Siyasah/Khilafah Oleh : Redaksi 14 Aug 2004 - 12:26 pm
image“Bertasbihlah kepada Allah apa saja yang ada di bumi, dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana,” (QS. as-Shaff:1).

Ash-Shaff—nama salah satu surat dalam al-Qur’an—artinya barisan yang teratur, kokoh dan rapi. Setiap surat dalam al-Qur’an memiliki maksud tertentu. Ash-Shaff ditujukan agar setiap Muslim mempunyai kekokohan nurani dan hati terhadap ajaran Allah SWT. Kekokohan, kerapihan dan kesatuan umat Islam itu sangat tergantung pada sejauh mana komitmen seorang Muslim terhadap ajaran, sistem dan ketentuan yang ditetapkan Allah SWT.

Karena umat ini terikat dalam satu jama’ah, maka Allah hanya akan memenangkan umat Islam yang tetap berada dalam satu shaf yang teratur. Jika dalam shalat satu orang saja menyeleweng dari shaf, maka Allah tak berkenan melihat shaf yang tidak lurus tersebut. Begitulah implikasinya dalam setiap perjuangan.
0 Komentar | dibaca 1038 hits - Baca Lanjut  

Kajian Siyasah/Khilafah Oleh : Redaksi 01 Aug 2004 - 9:40 pm
Bani Utsman, kurang lebih selama dua abad kekuasaan mereka, telah dipimpin oleh delapan sultan, sebelum akhirnya mereka melakukan ekspansi ke sebagian negeri Arab. Turki Utsmani sama dengan para pendahulu mereka, seperti Turki Saljuk dan kabilah Hun. Mereka berasal dari keturunan Mongol, atau Thurani. Mereka mulai merambah ke Eropa pada abad ke-5 M. Mereka lahir dan dibesarkan di Asia Tengah dan Utara. Etnis yang sama juga dimiliki bangsa Bulgaria, yang telah merambah ke Eropa Timur, dan menetap di sana selama dua abad, ke-7 dan ke-9 M. Turki Utsmani adalah etnis Asia terakhir yang telah merambah dan mendiami Eropa, bahkan merupakan negara Mongol yang paling penting dan kuat, yang pernah lahir dalam sejarah.

Sejarah Turki Utsmani dimulai dengan peristiwa agung, yang notabene menunjukkan kepahlawanan dan kesatriaan mereka.
0 Komentar | dibaca 3013 hits - Baca Lanjut  

Kajian Siyasah/Khilafah Oleh : Redaksi 06 Jul 2004 - 1:16 am
imagePercaturan kehidupan di Indonesia saat ini dipenuhi oleh hingar-bingar pemilihan kepala negara. Munculnya tokoh organisasi Islam menambah ramai wacana. Islam pun diusung; sayangnya masih sebatas dalam tataran permukaan—seperti lagu pengiring kampanye yang dikesankan islami, janji-janji dengan membawa nama Allah SWT, atau kampanye dalam bentuk doa bersama. Perbincangan tentang figur pemimpin terjadi dimana-mana, namun perbincangan tentang sistem apa yang akan dikembangkan nyaris tidak disentuh. Padahal, baiknya suatu masyarakat bukan hanya bergantung pada orang yang memimpin, melainkan juga pada sistem aturan yang diterapkan.

Berkaitan dengan hal tersebut, tulisan ini memberikan gambaran bahwa Islam merupakan sistem yang seharusnya diterapkan, menggantikan tatanan kapitalis yang selama ini mengatur manusia.
0 Komentar | dibaca 2101 hits - Baca Lanjut  

  Older Entries
 

NO COPYRIGHT
TIDAK DILARANG KERAS mengcopy, memperbanyak, mengedarkan
untuk kemaslahatan bersama syukur Alhamdulillah sumber artikel dicantumkan

Questions & suggestion or problems regarding this web site should be directed to webmaster
Copyright © Sep 2002 - Disclaimer - power with Pmachine All right reserved

in association with Muslim Netters Association

best viewed with IE Resoluton 800 X 600