Ribuan Warga
Argasunya Tuntut Pemkot Bubarkan Cahaya TV
Ribuan Warga Argasunya bersama para
ulama dan santri sewilayah III Cirebon mendatangi kantor Walikota
Cirebon menuntut ketegasan Walikota Subardi menghentikan proyek
Cahaya TV yang dinilai meresahkan wargaBaca
Berita
Acara Gospel di Kota Wali? Oleh : Fakta 08 Jul, 08 - 4:00 am
''Allahu Akbar... Allahu Akbar.... Jangan biarkan kaum misionaris menebarkan ajarannya di Kota Wali!''
Teriakan penuh semangat itu dengan tegas dikumandangkan ribuan massa yang terdiri atas para ulama, pengasuh pondok pesantren, santri, dan warga dari berbagai daerah di wilayah III Cirebon di depan Balai Kota Cirebon, Kamis (3/7). Dalam aksi itu, massa yang tergabung dalam Forum Silaturahim Umat Islam Kota Wali menuntut pembongkaran bangunan stasiun Cahaya Televisi Indonesia (CTV).
Massa menilai, CTV yang didirikan PT Cirebon Televisi Indonesia itu bukan televisi lokal biasa, melainkan untuk menyebarkan kepentingan misionaris. Padahal, masyarakat wilayah III Cirebon yang meliputi Kab/Kota Cirebon, Indramayu, Kuningan, dan Majalengka, 98 persen penganut Islam. CTV yang berkantor di Kel Argasunya, Kec Harjamukti, Kota Cirebon, ini pun diminta angkat kaki oleh mereka.
Milyader Yahudi Jadi Komisaris HU Republika Oleh : Redaksi 01 Jul 2008 - 3:30 pm
Akhir Juni 2008, PT. Abdi Bangsa Tbk (ABBA) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Bagi setiap perusahaan, RUPS merupakan suatu keharusan untuk bisa revitalisasi perusahaan. Demikian pula yang dilakukan ABBA sebagai pemilik Harian Umum Republika yang pendirian awalnya dimotori sejumlah tokoh Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) yang notabene visi dan misinya lebih kurang sebagai media massa cetak harian berbentuk koran yang menyuarakan aspirasi umat Islam sebagai tuan rumah di negeri ini.
Sudah sunnatullah, setiap apa-apa yang hendak meninggikan kalimah Allah, mendakwahkan kebenaran, berjuang demi tegaknya al–haq, dan melawan kebathilan, selalu saja diintai oleh musuh-musuh Alah SWT agar bisa dihancurkan atau dimandulkan perjuangannya. Demikian pula HU Republika.
oleh Dzikrullah * Hari-hari ini, sebagian besar anak kita yang duduk di bangku SD sampai SMA memulai liburan kenaikan kelas dan lulusan sekolah. Sebelum berangkat ke Bandung, Pulau Seribu, Jogja atau ke Bukittinggi untuk bersenang-senang, ada baiknya Anda ajak dulu anak-anak kita ke Gedung Tahanan Narkoba Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya. Letaknya di bagian belakang komplek Polda Metrojaya, persis di dekat Masjid Al-Kautsar yang indah dan megah.
Untuk apa?. Untuk berkenalan dengan para pengedar dan pengguna narkotika dan obat-obat terlarang? Bukan!!.
Tetapi untuk berkenalan dan bersalaman dengan ulama dan penjuang Islam yang sedang dizalimi, dipenjara oleh penguasa negeri ini, Habib Rizieq Shihab, ulama pemimpin gerakan 'amar ma'ruf nahiy munkar Front Pembela Islam, dan Munarman, Panglima Komando Laskar Islam serta kawan-kawannya.
Habib Rizieq: Si goen ingin “Menggurui“ Saya dan Abubakar Ba’asyir tentang Iman Focus Oleh : Redaksi 04 Jul 2008 - 3:30 pm
Ketua FPI, Habib Rizieq Shihab menyampaikan hak jawab atas tulisan pendiri Tempo Goenawan Muhammad. “Si goen ingin “menggurui“ saya dan Ustad Abubakar Ba’asyir tentang iman, “ ujarnya.
Di balik jeruji besi, Ketua Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab masih lantang. Senin 23 Juni 2008, Advokasi Anti Ahmadiyah, selaku kuasa hukum Habib Muhammad Rizieq Shihab, mendatangi kantor majalah Tempo untuk menyampaikan hak jawab atas tulisan Catatan Pinggir Goenawan Mohamad di majalah itu pada edisi 16-22 Juni 2008.
Sayangnya, hak jawab itu tak dimuat di Tempo. Melalui humas FPI, bantahan yang sedianya sebagai hak jawab itu kemudian dikirim ke redaki hidayatullah.com.
Minggu lalu salah seorang sahabat lama mengirimkan sebuah SMS kepada saya yang kurang lebih inti dari pesan itu adalah kesesatan untuk Ahmadiyah merupakan sesuatu hak mutlak dari Tuhan, sebagai manusia yang masih sholat dengan "Ihdina Shirattal Mustaqim" tidak selayaknya mengucapkan sebuah kata "sesat" kepada orang lain, Indonesia negara hukum yang Demokrasi, bukan Theokrasi.
Sebenarnya sahabat lama saya ini hanya bermaksud untuk guyon atau bergurau dengan saya, karena sahabat saya ini sudah lama mengenal tipikal saya bagaimana. Tetapi yang menjadi pikiran saya adalah, mengapa selalu alasan statemen sesat hanya milik Allah selalu di dengungkan oleh para pembela Ahmadiyah, dan juga alasan pelarangan Ahmadiyah merupakan pelanggaran konstitusi.
oleh Nasrulloh Afandi Akhir-akhir ini, para kiai pengasuh pondok pesantren --selanjutnya disebut kiai pesantren--, tidak lagi menyatu dengan masyarakat, “sengaja” jaga jarak, tidak mau tau terhadap aktivitas keagamaan masyarakat sekitarnya(di luar pesantren), terlena dengan institusi pesantren yang "dikuasainya" saja.
Resikonya, kiai pesantren bukan lagi dari dan untuk(tumpuan pokok) masyarakat, terang-terangan “mencampakkan” loyalitas bermasyarakat. Apalagi kiai pesantren yang "membelenggu diri" dengan struktural ormas keagamaan/parpol tertentu(meskipun belum jadi pejabat) ''mendewakan" organisasi/parpol yang hanya menguntungkan pribadi atau maksimal golongannya saja.
Muslimin "pedesaan" sejak lama sangat merindukan "belaian" para kiai pesantren, sang kiai perlu (kembali) ikhlas mengabdi, bukan saja religiusitas "di lapangan ibadah", tetapi juga mesti jadi teladan konteks interaksi sosial bermasyarakat dan beberapa aspek kehidupan lainnya.
10 Persen Pesantren di Indonesia Terserang “Virus” Sepilis Aspirasi & Muslim Voice Oleh : Redaksi 30 Jun 2008 - 12:30 pm
Pimpinan PP Darun Najah, Jakarta mengatakan, 10 persen pondok pesantren di Indonesia sudah “tercemar” virus Sekularime, Pluralisme dan Liberalisme (Sepilis)
Di tengah derasnya arus persoalan yang menyerang umat Islam saat ini, pesantren mesti menjadi benteng pertahanan umat Islam. Hal itu disampaikan KH Mahrus Amin, pimpinan PP Darun Najah, Jakarta
Pernyataan ini disampaikan di depan sekitar 200 orang ulama dan pimpinan berbagai ormas Islam berkumpul di Pondok Pesantren Daarun Najah, Jakarta, beberapa saat lalu. Pertemuan para Ulama, Habaib, dan Tokoh se-Indonesia yang digelar oleh Forum Umat Islam (FUI).
Nabi Palsu Dari Lampung Muncul setelah SKB Ahmadiyah dan Bush Pun Mengaku Menjadi Nabi Kritik & Investigasi Oleh : Redaksi 30 Jun 2008 - 4:30 am
Oleh: Hartono Ahmad Jaiz* Kasus nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad yang diyakini pengikut Ahmadiyah belum usai karena SKB 3 Menteri yang diterbitkan pemerintah dinilai tidak tegas, kini muncul lagi nabi palsu dari Lampung. Sang nabi palsu ini bernama Chandra Adnan Rasyad, berusia 52 tahun.
Menurut pengakuannya, di tahun 2002, setelah shalat ‘Isya ia membaca Kitab Suci Al-Quran Surat Al-Munafiqun ayat 11, tak berapa lama ada yang membisiki bahwa dirinya adalah rasul dan harus mendakwahkan ajaran Allah. Sejak mendapat wahyu dari Allah itu, ia terus berdakwah, namun sejauh ini belum ada pengikutnya, selain istri dan anak-anaknya yang berjumlah enam orang.
Pria Berpistol di Monas Ternyata Memang Massa AKKBB Focus Oleh : Redaksi 25 Jun 2008 - 8:00 pm
Pria Berpistol Ini Biasa Sholat di Masjid Ahmadiyah
Meski Polisi mengelak mengatakan bahwa pria mengacungkan dan meletuskan pistol dengan kostum AKKBB dalam rusuh Monas, Ahad (1/6) yang diketahui bernama Bripka Iskandar Soleh, sebagai pengikut Ahmadiyah. Sedikit-demi-sedikit keterlibatan Bripka Iskandar sebagai jemaat Ahmadiyah mulai terungkap, dia disinyalir merupakan anggota Ahmadiyah Tangerang.
Sinyalemen keikutsertaan sebagai warga Ahmadiyah ini diungkapkan Ketua RW 02 Peninggilan Utara Tangerang, Tatang M tempat di mana Iskandar tinggal.
Berdasarkan pengakuan Tatang, Bripka Iskandar sering terlihat shalat jumat di Masjid Arrohman Jalan H. Gaded Tangerang yang merupakan masjid dan markas Ahmadiyah di wilayah itu. "Sepertinya dia anggota Ahmadiyah, soalnya saya sering lihat dia jumatan di masjid Ahmadiyah, " ujarnya, Kawasan Ciledug Tangerang, Rabu (25/6).
Oleh Ihsan Tandjung Rupanya insiden Monas 1 Juni 2008 kemarin bukan sekedar bentrokan antara entitas Front Pembela Islam (FPI) melawan Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB). Bahkan secara kasat mata sebenarnya memang bukan FPI yang hadir di lokasi, melainkan Laskar Islam yang terdiri atas aneka elemen Ummat Islam, termasuk di dalamnya ada FPI. Media massa-lah (terutama yang berideologi sekularis-liberalis) yang mengecilkan kelompok Laskar Islam menjadi sekedar FPI. Seolah elemen ummat Islam yang hadir saat itu di Monas hanya satu elemen yang dikesankan tidak berarti, yaitu FPI. Baiklah, bagi kita tidak masalah apakah yang hadir hanya FPI atau memang himpunan aneka elemen Ummat Islam, yang penting mereka mewakili ummat Islam. Mereka adalah kumpulan manusia yang tidak ragu sedikitpun menunjukkan identitas ke-Islam-an diri.
اشْهَدُوا بِأَنَّا مُسْلِمُونَ
"Saksikanlah, bahwa kami adalah kaum muslimin (orang-orang yang berserah diri kepada Allah)."(QS Ali Imran ayat 64)
Oleh Ihsan Tandjung Setiap muslim pasti menginginkan dirinya kelak di akhirat memperoleh rahmat dan ampunan Allah subhaanahu wa ta’aala sehingga ia berhak dimasukkan ke dalam surga penuh kenikmatan dan dijauhkan dari neraka penuh kesengsaraan. Tidak mungkin ada seorang muslim, bahkan seorang manusia beragama apapun, yang dengan sukarela menyatakan dirinya enggan masuk surga alias ingin masuk neraka. Ini mustahil. Namun ternyata dalam suatu kesempatan Rasulullah Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam menginformasikan adanya orang yang tidak ingin masuk surga alias memilih neraka sebagai tempat tinggal abadinya.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu bahwa sesungguhnya Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: “Semua ummatku akan masuk surga, kecuali orang yang enggan (tidak mau).” Para sahabat bertanya: ”Siapa orang yang tidak mau itu, ya Rasulullah?” Beliau menjawab: ”Siapa yang taat kepadaku ia masuk surga, dan siapa yang durhaka kepadaku, berarti ia sungguh tidak mau.” (HR Bukhary 22/248)
Hak cipta dilindungi oleh
Allohu Subhanahu wa Ta'ala TIDAK DILARANG KERAS mengcopy, memperbanyak, mengedarkan
untuk kemaslahatan ummat syukur Alhamdulillah sumber dari swaramuslim
dicantumkan
Questions & suggestion or problems
regarding this web site should be directed to
webmaster