|
MetroTV
 |
Puluhan
Siswa SMA Negeri 4 Bandung Kesurupan
Bandung:
Kesurupan pelajar kembali terjadi. Di Bandung, Jawa Barat, Kamis (23/11)
ini, puluhan siswa dan siswi SMA Negeri 4 yang terletak di Jalan
Gardujati, Bandung, kesurupan. Peristiwa itu terjadi setelah mereka
mengikuti kegiatan olah raga di sekolah mereka.
Kejadian ini bermula ketika salah seorang siswi kelas dua jurusan IPS
tiba-tiba pingsan. Tidak lama kemudian siswi tersebut berbicara
sembarangan. Teman-teman lainnya berusaha untuk menolong. Namun,
beberapa di antara penolong itu justru ikut kesurupan. Siswa dan
guru-guru akhirnya berusaha menyembuhkan dengan membacakan ayat-ayat
suci Al-Quran. Sementara para siswa menlakukan salat sunnah agar
peristiwa kesurupan ini segera hilang.
Pihak sekolah menyangkal peristiwa tersebut adalah kesurupan. Menurut
pengelola sekolah, siswa hanya kecapaian karena mengikuti pelajaran
olahraga di saat terik matahari.(DOR/MetroTV) |
|
Liputan 6
 |
Belasan
Warga Padang Kesurupan Ketika Ruqyah Massal
24/04/2006
06:10 : Metrotvnews.com, Padang: Belasan warga Kecamatan Pauh, Padang,
Sumatra Barat, Ahad (23/4), kesurupan massal ketika digelar ruqyah
massal yang diadakan salah satu partai politik. Prosesi ruqyah tersebut
dibawakan Ustadz Zaini di Masjid Al Muttaqin, Kecamatan Pauh, Padang,
Sumatra Barat. Acara diawali dengan pembacaan ayat-ayat suci Al Quran.
Namun, baru lima menit pembacaan ayat-ayat suci Al Quran dilakukan,
beberapa peserta sudah menunjukkan gejala kesurupan.
Semakin lama, semakin banyak peserta yang mengalami gejalan kesurupan
sebagai pertanda tubuh mereka dihinggapi roh halus. Beberapa orang di
antaranya bahkan histeris dan melakukan perlawanan. Belasan orang yang
kesurupan ini terus dibacakan ayat suci Al Quran dan disiram air. Namun,
karena roh halus terus melawan, prosesi tersebut memakan waktu cukup
lama.(*/BEY) |
|
Liputan 6
 |
Kerasukan Kembali Menimpa
Murid SMPN 4 Majene
09/04/2006
15:06 : Sejumlah murid SMPN 4 Majene, Sulawesi Barat, yang sedang
belajar tiba-tiba meronta-ronta kerasukan roh mahluk halus. Sebagian
murid enggan ke sekolah karena takut. Ini adalah kerasukan ketiga.
Liputan6.com, Majene: Kesurupan kembali menimpa para pelajar Sekolah
Menengah Pertama Negeri 4 Majene, Sulawesi Barat, baru-baru ini. Kondisi
yang sulit dijelaskan logika ini menimpa sejumlah murid yang sedang
belajar.
Suasana mengajar yang awalnya lancar tiba-tiba terhenti saat beberapa
murid meronta-ronta kerasukan roh mahluk halus. Agar kesurupan tidak
mengganggu suasana belajar, pihak sekolah kemudian memindahkan mereka
yang kesurupan ke ruangan lain. Peristiwa ini membuat sebagian murid
enggan ke sekolah karena takut.
Bulan silam roh halus juga menyerang siswi setempat [baca: Pelajar SMPN
4 Majene Kesurupan Lagi]. Ketika itu satu persatu siswi meronta dan
berteriak histeris di halaman sekolah. Mereka yang kerasukan mendadak
lancar berbahasa Mandarin dan memperagakan jurus kungfu.
Untuk menangkal kejadian yang sama, pihak sekolah telah memberikan
sejumlah doa kepada murid untuk dihafalkan dan dibaca saat masuk ke
ruang kelas. Dari sudut pandang medis, kesurupan menyerang orang yang
mempunyai kepribadian yang lemah. Selain itu, kesurupan juga bersifat
menular [baca: Ratusan Buruh di Purbalingga Kesurupan].(MAK/Edy Junaedi) |
|
Liputan 6
 |
Lima Siswi SMAN I
Parigi Moutong Kesurupan
25/03/2006
19:27 : Lima dari 80 siswi SMAN I Parigi Moutong kesurupan saat meneliti
di situs purbakala Watunonju, Kabupaten Donggala, Sulteng. Mereka
berhasil disembuhkan setelah diobati oleh tokoh spritual setempat.
Donggala: Peristiwa kesurupan kembali terjadi. Kali ini menimpa lima
siswi Sekolah Menengah Atas Negeri I Parigi Moutong saat meneliti di
situs purbakala Watunonju, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Sabtu
(25/3) pagi.
Kejadian itu berawal ketika para murid berdiskusi dengan guru di Museum
Purbakala Watunonju, kemarin malam. Tiba-tiba seorang siswi bernama
Megawati kesurupan sehingga diskusi dihentikan. Hal serupa kembali
menimpa empat siswi lainnya, pagi tadi. Mereka berhasil disembuhkan
setelah diobati oleh tokoh spiritual setempat.
Kesurupan juga menimpa belasan siswi SMA 3 dan Sekolah Menengah Pertama
Negeri 4 Majene, Sulawesi Barat. Satu per satu siswi berteriak dan
meronta di halaman sekolah. Anehnya lagi, setiap siswi yang kesurupan
tiba-tiba lancar berbahasa mandarin dan memperagakan berbagai jurus
kungfu. Untuk menenangkannya, pihak sekolah memanggil tiga tabib dan
dukun kampung [baca: Pelajar SMPN 4 Majene Kesurupan Lagi].
Menurut psikiater Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dalam dunia
medis tak dikenal kesurupan massal. Yang ada hanyalah histeria massal.
Peristiwa ini berawal dari satu orang yang terkena kemudian akan menular
kepada teman-teman lainnya.(BOG/Tim Liputan 6 SCTV) |
|
Liputan 6
 |
Pelajar SMPN 4 Majene
Kesurupan Lagi
25/03/2006
13:55 : Belasan murid SMA 3 dan SMPN 4 Majene, Sulbar, kembali kesurupan
makhluk halus yang diduga dari Cina. Setiap siswi yang kesurupan
tiba-tiba lancar berbahasa mandarin dan memperagakan jurus kungfu.
Liputan6.com, Majene : Belasan siswi Sekolah Menengah Atas 3 dan Sekolah
Menengah Pertama Negeri 4 Majene, Sulawesi Barat, kembali kesurupan,
Jumat (24/3). Akibat kejadian ini, aktivitas belajar-mengajar terhenti.
Bahkan, pelajar yang tidak kesurupan dipulangkan agar tidak bertambah
jumlahnya.
Satu per satu siswi berteriak dan meronta di halaman sekolah. Anehnya
lagi, setiap siswi yang kesurupan tiba-tiba lancar berbahasa mandarin
dan memperagakan jurus kungfu. Untuk menenangkannya, pihak sekolah
memanggil tiga tabib dan dukun kampung. Namun, berbagai mantra pengusir
jin dan roh jahat yang dikeluarkan para dukun serta tabib tak mampu
menyadarkannya. Para murid yang tidak kesurupan akhirnya diminta segera
membaca kitab suci Alquran.
Peristiwa itu membuat para pelajar cemas dan takut pergi ke sekolah.
Sebab, kesurupan ini bukan yang pertama kali terjadi di kedua sekolah
tersebut. Namun, para guru tetap menganjurkan murid-muridnya tetap
sekolah dengan membawa dan membaca kitab suci. Pihak sekolah juga
menggelar ritual seperti memberikan sesajen agar para siswanya tidak
kesurupan lagi [baca: Siswi SMPN 4 Majene Kesurupan Hantu Cina].(DNP/Edy
Junaedi) |
|
Liputan 6
 |
Siswi SMPN 4 Majene
Sulawesi Barat Kembali Kesurupan
25/03/2006
02:41 : Berbeda dengan kejadian kemarin, kali ini tak ada siswi yang
nyerocos bahasa Mandarin setelah kesurupan. Tujuh siswi SMAN 3 Majene
yang bersebelahan dengan SMPN 4 juga kerasukan makhluk gaib.
Liputan6.com, Majene: Kesurupan kembali terjadi di Sekolah Menengah
Pertama Negeri 4 Majene, Sulawesi Barat, Jumat (24/3). Selain berontak,
lima siswi yang kesurupan ini juga berteriak tak keruan. Namun kali ini
tak ada di antara mereka yang menggunakan bahasa Mandarin, seperti Kamis
kemarin [baca: Siswi SMPN 4 Majene Kesurupan Hantu Cina].
Situasi yang sama juga terjadi di Sekolah Menengah Atas Negeri 3 Majene
yang bersebelahan dengan SMPN 4 Majene. Sebanyak tujuh siswi kesurupan.
Ini adalah kali kedua yang dialami pelajar SMAN 3 setelah pada Senin
silam mengalami kejadian yang sama.
Akibat kesurupan yang menyerang pelajar putri ini, aktivitas belajar
mengajar di kedua sekolah terganggu. Pelajar lain memilih bolos karena
khawatir ikut kesurupan jika datang ke sekolah. Tak hanya murid, para
guru di kedua sekolah juga bingung menghadapi situasi ini. Untuk
menghindari agar yang lain tidak mengalami hal yang sama, mereka hanya
menganjurkan kepada para siswa muslim untuk membawa dan membaca Alquran
setiap saat.(YAN/Edy Junaidi) |
|
Liputan 6
 |
Siswi SMPN 4 Majene Sulawesi Barat Kesurupan Hantu Cina
23/03/2006
19:14 : Tiba-tiba saja seorang siswi SMPN 4 Majene berlari keluar kelas
sambil berteriak histeris dan berbicara dalam bahasa Cina. Para siswa
diduga kesurupan makhluk halus yang bersemayam di pohon mangga di
sekitar sekolah.
Liputan6.com, Majene: Kasus kesurupan yang menimpa pelajar kembali
terjadi. Kali ini menimpa siswi Sekolah Menengah Pertama Negeri 4
Majene, Sulawesi Barat. Dia diperkirakan kesurupan makhluk halus yang
diduga dari Cina. Sebab, si murid ini berteriak-teriak dengan bahasa
asal Negeri Tiongkok. Demikian pantauan SCTV dari Majene, belum lama
berselang.
Peristiwa terjadi saat jam belajar. Kala itu, seorang murid tiba-tiba
keluar dari kelas sambil berteriak-teriak histeris. Tak kalah
membingungkan, siswi itu berbicara dalam bahasa Cina. Padahal dia tidak
mendapatkan pelatihan khusus. Kontan saja para guru kaget. Belum habis
keterkejutan mereka, belasan murid lainnya mengalami nasib sama.
Sejumlah guru yang berusaha menenangkan para murid kerap mendapat
perlawanan dengan jurus kungfu. Para siswa diduga kesurupan karena
makhluk halus marah. Sebab, pohon mangga tempat mereka bersemayam
bersama keturunannya telah ditebang. Karena itu, para guru dan orang tua
murid memberi sesajen agar para roh halus tersebut tak marah lagi.
Dalam beberapa pekan terakhir, kesurupan massal memang marak di sejumlah
daerah. Menurut psikiater Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
Danardi Sosrosumihardjo, orang yang kesurupan biasanya sedang dilanda
masalah. Sebab, orang yang memiliki kepribadian kuat tak akan bisa
kesurupan [baca: Pribadi yang Matang Tak Mudah Kesurupan]. Di dunia
kedokteran juga tak dikenal kesurupan massal, yang ada hanya histeris
massal.(JUM/Edy Junaedi) |
|
Liputan 6
 |
Pribadi yang Matang Tak
Mudah Kesurupan
Warga saat menenangkan korban kesurupan.
23/03/2006
14:54 : Menurut Danardi Sosrosumihardjo, psikiater Fakultas Kedokteran
UI, seseorang dengan kepribadian yang stabil tak mudah kesurupan.
Kesurupan dimulai dari seseorang dan menular ke teman-teman yang lain.
Beberapa pekan terakhir, berita mengenai kesurupan massal menjadi
perhatian khalayak luas. Betapa tidak, fenomena itu terjadi di banyak
tempat. Sebut saja, Surabaya, Padang, Lampung, dan Yogyakarta. Gejalanya
pun serupa, yakni histeris dan kehilangan kendali diri. Adapun yang
menjadi korban umumnya adalah siswi dan buruh wanita.
Di Surabaya, Jawa Timur, misalnya. Sebanyak 30 siswi Sekolah Menengah
Pertama Negeri 29 mengalami gangguan seperti hilang ingatan. Sejumlah
guru dan murid percaya, mereka kerasukan roh jahat. Diduga, kejadian itu
disebabkan ditebangnya pohon tua yang ada di lingkungan sekolah [baca:
Puluhan Murid SMPN 29 Surabaya Kesurupan].
Hal serupa dirasakan sekitar 30 buruh wanita pabrik rokok di Jalan
Janti, Kota Malang, Jatim. Mereka berteriak dan meronta tanpa kendali.
Sejumlah personel satuan pengamanan pabrik dan warga sempat kewalahan
menenangkan mereka [baca: Puluhan Buruh Pabrik Rokok Kesurupan].
Menurut Abu Aqila, penulis buku soal jin, kejadian itu disebabkan
maraknya rukiah (guna-guna). Dalam hal ini, banyak orang yang melakukan
terapi kepada jin-jin yang jahat kepada manusia. "Dan itu ditanggapi jin
yang juga ingin menunjukkan kekuatannya," ujar Aqila dalam dialog di
studio SCTV, Jakarta, baru-baru ini. Ikut terlibat dalam dialog Danardi
Sosrosumihardjo, psikiater Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
melalui sambungan telepon.
Tapi, menurut Aqila, kesurupan tidak terjadi secara bersamaan. Hal itu
terlebih dulu dimulai dari seseorang atau dua orang yang kesurupan, lalu
merembet ke teman-teman yang lain. Nah, saat masuk ke tubuh seseorang,
jin atau setan akan memberi ancaman agar timbul rasa takut pada manusia.
"Setelah muncul ketakutan itu, barulah setan bisa infiltrasi ke
teman-teman yang lain," jelas Aqila. Danardi sependapat dengan pandangan
Aqila. "Itu bisa menular pada sahabat-sahabatnya, bukan ke orang lain,"
tutur Danardi yang menyebutnya sebagai histeria massal.
Uniknya, sejauh ini sebagian besar korban kerasukan adalah kaum hawa.
Menurut Aqila, wanita lebih banyak kesurupan disebabkan pada perasaannya
yang sensitif. Karena jika bertemu suatu masalah, perempuan akan
memendam dan merenungi persoalan yang dialami. "Sewaktu-waktu jika
melamun, perempuan bisa mudah kemasukan," kata Aqila.
Analisa Aqila diamini Danardi. Ia menilai, sisi emosi perempuan lebih
banyak berperan. Dan, orang yang mudah kesurupan, rata-rata sedang
mengalami masalah individu. "Itu salah satu tanda orang mudah
kesurupan," ujar dia. Jadi, kata Danardi, salah satu cara menghindari
kesurupan, seseorang harus punya kepribadian yang matang dan
stabil.(AIS/Tim Liputan 6 SCTV) |
|
|
Fenomena Baru:
Kesurupan Massal
23/3/06 : Awalnya para karyawan PT Bentoel Prima --perusahaan rokok
kretek di Malang, Jawa Timur-- itu Rabu (22/3) pagi hanya terheran-heran
sambil menahan tawa. Pasalnya, tanpa dikomando sebelumnya, minus iringan
musik, tiba-tiba rekan mereka, Fitri, bangkit dan menari.
Di kalangan rekan kerjanya, Fitri memang dikenal sebagai anggota
kelompok kesenian kuda lumping. Jadi, ketika karyawati bagian
penggilingan berusia 30 tahun itu rancak seolah meningkahi bunyi
kendang, meski terkesan aneh, para karyawan yang sebagian besar wanita
itu hanya diam menonton.
Suasana sontak berubah menakutkan, ketika Fitri beranjak histeris. Tidak
salah lagi, dia kesurupan. Apalagi ketika kelakuan aneh Fitri itu
kemudian menular kepada beberapa karyawati lainnya. Sekejap saja,
puluhan karyawan perusahaan rokok itu ikut kerasukan.
Setelah itu, tidak ada lagi yang memegang perut menahan tawa. Bila tidak
berusaha membantu rekannya yang kejang dan histeris, para karyawati itu
justru ketakutan dikungkung suasana mencekam. Karena itu, bila
penyebabnya jin, gerombolan makhluk halus itu terbilang sukses membuat
pihak manajemen Bentoel kerepotan. ''Kami mengundang tokoh agama dan
masyarakat untuk membantu menyembuhkan karyawan kami yang kesurupan,''
ujar Kepala Divisi Secondary Production Bentoel, Mulyadi.
Untuk menanggulanginya, para karyawan yang kerasukan itu langsung dibawa
ke poliklinik perusahaan. Tetapi, walau ada yang segera tersadar,
beberapa lainnya malah membuat keributan lain di poliklinik. Mereka
mengamuk. Bahkan, ada yang sempat membanting kursi, membalikkan meja,
sambil mulut tak henti berceracau. Untunglah, tiga jam kemudian hampir
semua korban kesurupan itu sadar kembali.
''Jumlahnya ada 30 orang. Yang kondisinya sudah terlihat pulih, kami
antar pulang ke alamat masing-masing,'' kata Mulyadi. Meski demikian,
peristiwa tidak lazim itu mengakibatkan proses produksi terhenti sekitar
empat jam.
''Ini bukan kejadian pertama,'' kata Saniati, seorang karyawati bagian
pelintingan rokok. Menurut dia, tidak lama setelah kamar peturasan di
pabrik itu diperbaiki, sempat terjadi peristiwa sejenis. ''Hanya kali
ini memang lebih banyak yang kena,'' kata dia. Entah karena trauma
akibat peristiwa itu, Saniati mengaku selalu dihinggapi rasa takut
setiap kali buang air setelah renovasi tersebut.
Manajemen Bentoel sendiri tampaknya sudah mendengar kasak-kusuk berbau
mistik itu. Karena itu, menurut Mulyadi, manajemen Bentoel akan
menggelar selamatan dan doa bersama. ''Selain karyawan, kami juga
mengundang masyarakat dan tokoh agama dari sekitar pabrik,'' kata dia.
Pabrik rokok Bentoel ternyata bukan satu-satunya tempat yang mengalami
peristiwa ganjil tersebut. Sehari sebelumnya, Senin (21/3) lalu, tujuh
siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Natang, Jawa Tengah, juga
mengalami hal serupa. Kejadiannya, saat jeda antarmata pelajaran,
beberapa siswa ke luar kelas untuk buang air di kamar kecil. ''Sepulang
dari WC itulah, beberapa siswa langsung kesurupan,'' kata Sutopo, orang
pintar pun diundang pihak sekolah untuk menyembuhkan anak didik mereka.
Sebelumnya, Ahad (20/3) lalu, kejadian sejenis juga terjadi di
Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Tidak kurang dari 30 orang siswa SMA
PGRI 2 Banjarmasin itu terasuki. Jumlah itu ternyata jauh lebih kecil,
karena sepekan sebelumnya, siswa yang kesurupan tercatat 110 orang.
Akibat peristiwa tersebut, pihak sekolah bahkan sempat meliburkan siswa
mereka. ''Itu untuk menenangkan siswa, setelah peristiwa kesurupan
massal yang sempat terjadi dua hari berturut-turut,'' kata seorang guru
kepada kantor berita Antara, di hari pertama libur khusus kesurupan itu,
Senin (21/3) lalu.
Selain itu, selama bulan ini saja, paling tidak peristiwa seperti itu
telah terjadi di Yogyakarta (6/3), Surabaya (20/3), dan Bogor (21/3).
Alhasil, sejak dua tahun terakhir, kesurupan massal seolah telah menjadi
fenomena biasa yang seringkali terjadi.
Menanggapi hal tersebut, psikiater dan tokoh agama, Dr Dadang Hawari
menyatakan, kesurupan adalah reaksi kejiwaan yang dinamakan reaksi
desosiasi. Reaksi yang mengakibatkan hilangnya kemampuan seseorang untuk
menyadari realitas di sekitarnya itu, menurut Dadang, disebabkan adanya
tekanan fisik maupun mental. ''Tetapi kalau kesurupannya massal, itu
melibatkan sugesti,'' kata Dadang. Ia mencontohkan tepuk tangan pada
saat sebuah seminar berakhir. ''Kalau tidak ada yang memulai, tidak akan
ada yang bertepuk. Tapi, begitu seorang tepuk tangan, yang lain serentak
ikut,'' kata dia.
Ada pun pengobatannya, kata Dadang, adalah dengan dibawa ke balai
pengobatan dan diberi suntikan obat tidur atau penenang. ''Begitu
bangun, sudah tidak apa-apa,'' kata psikiater yang sering dipanggil
ustaz itu.
Dari sisi agama, Ketua Komisi Fatwa MUI, KH Ma'ruf Amin, menilai
kesurupan tersebut diakibatkan gangguan jin yang tidak jarang merasuki
tubuh. Jiwa manusia, menurutnya, akan mudah terasuki jin pada saat
kondisinya kosong dari asma Allah.
Karena itu, menurut KH Ma'ruf, banyaknya peristiwa kesurupan massal saat
ini, juga menjadi cermin kurangnya iman atau kedekatan manusia masa kini
dengan Allah. ''Jika kita dekat dengan Allah, jin tidak akan bisa
mengganggu kita,'' kata KH Ma'ruf.
Benarkah? Sayang, sang jin sukar dimintai konfirmasi.
( dsy/aji/c35/c37/RioL ) |
|
Liputan 6
 |
Puluhan Buruh Pabrik
Rokok Bentoel Kesurupan
23/03/2006
18:46 : Sekitar 30 buruh wanita sebuah pabrik rokok di Jalan Janti, Kota
Malang, Jawa Timur, kesurupan. Pertolongan sulit dilakukan karena banyak
buruh kesurupan saat akan dievakuasi dari pabrik.
Liputan6.com, Malang: Sekitar 30 buruh wanita sebuah pabrik rokok di
Jalan Janti, Kota Malang, Jawa Timur, kesurupan, baru-baru ini. Para
buruh yang kesurupan untuk sementara dirawat di poliklinik setempat.
Sedangkan ratusan buruh lainnya untuk sementara terpaksa berhenti
bekerja.
Satu per satu para buruh berteriak dan meronta tak terkendali. Sejumlah
satuan pengamanan dan warga sekitar kewalahan menangani mereka. Apalagi,
buruh lainnya kesurupan saat hendak dievakuasi keluar pabrik.
Kesurupan juga masih menimpa sekitar 30 siswi Sekolah Menengah Pertama
Negeri 29, Surabaya, Jawa Timur. Anehnya, para siswi kesurupan saat
digelar istighosah untuk menghindari kejadian serupa yang berlangsung
sejak tiga hari silam.
Zainnudin, pengasuh Pondok Pesantren Tarbiyatul Qulub yang ditunjuk
pihak sekolah untuk memimpin doa mengatakan, mereka kesurupan karena
sedang mengalami masalah. "Problem rumah tangga ataupun problem
lainnya," kata Zainnudin. Untuk mencegah bertambahnya korban, pihak
sekolah terpaksa memulangkan para siswa yang tidak kesurupan lebih awal
[baca: Puluhan Murid SMPN 29 Surabaya Kesurupan].
Peristiwa yang sama menimpa delapan murid yang belajar di Sekolah
Menengah Atas Negeri 1 Pangkah, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Ini adalah
kali keempat yang dialami mereka setelah belasan siswi kesurupan saat
mengikuti pelajaran pada Sabtu dan Selasa silam.
Menurut sejumlah murid, awalnya hanya seorang siswa yang kesurupan saat
mengikuti pelajaran. Kemudian dua rekannya mencoba menolong. Tak
dinyana, mereka ikut kesurupan. Kejadian serupa juga menimpa lima murid
yang duduk di bangku kelas tiga.(DNP/Tim Liputan 6 SCTV) |
|
MetroTV
 |
SMA PGRI II Banjarmasin
Melakukan Ritual Pengusiran Jin
22/03/2006
12:25 : Banjarmasin: Sekolah Menengah Atas (SMA) PGRI II Banjarmasin,
Kalimantan Selatan, Selasa (21/3) malam, menggelar upacara rukiyah.
Sebelumnya, sepekan terakhir di sekolah tersebut sempat terjadi
kesurupan massal. Kejadian tersebut sempat mengganggu proses
belajar-mengajar. Upacara yang digelar di lingkungan SMA PGRI II itu
bertujuan untuk mengusir makhluk halus. Upacara itu berisi pembacaan
ayat-ayat suci Al Qur'an yang dipimpin oleh seorang ustad.
Usai membacakan ayat suci Al Qur'an, seorang ustad kemudian mengambil
air dan membaca doa. Air tersebut kemudian disiramkan ke seluruh
bangunan sekolah. Ritual dilanjutkan dengan mengambil sebuah batu
sebesar kepalan tangan orang dewasa. Batu tersebut kemudian dibacakan
doa dengan tujuan jin yang sering mengganggu para siswa dikurung dalam
batu tersebut. Batu itu kemudian ditanam agar tidak lagi mengganggu para
siswa. Setelah melakukan rukiyah, proses belajar-mengajar pun kembali
berlangsung normal.(amr/Metrotvnews.com |
|
MetroTV
 |
Puluhan Pelajar SMA PGRI
II Banjarmasin Kembali Kesurupan
21/03/2006 04:01 : Banjarmasin: Puluhan pelajar Sekolah Menengah Atas
(SMA) PGRI II, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, kembali kesurupan, Senin
(20/3). Kesurupan yang menimpa para pelajar putri itu terjadi bertepatan
dengan kedatangan rombongan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Kepolisian
Daerah Kalsel yang hendak mensosialisasikan penggunaan helm kepada para
siswa. Tiba-tiba, seorang pelajar putri berteriak histeris dan
meronta-ronta. Sebagian pelajar bahkan langsung pingsan. Akibat
peristiwa tersebut, pihak sekolah kembali meliburkan muridnya.
Dalam dua pekan terakhir, kesurupan itu merupakan kali ketiga yang
terjadi di sekolah tersebut. Kesurupan kali ini terjadi di hari pertama
para pelajar mulai masuk kelas. Sebelumnya, pihak sekolah juga
meliburkan muridnya akibat kasus yang sama pada Rabu pekan
silam.(*/amr/Metrotvnews.com) |
|
Liputan 6
 |
Puluhan Murid SMPN 29 Surabaya
Kesurupan
20/03/2006
15:25 : Awalnya hanya seorang murid SMPN 29 Surabaya berteriak-teriak
histeris, namun belakangan jumlahnya bertambah jadi puluhan siswi. Pihak
sekolah kemudian memulangkan seluruh murid.
Surabaya: Sekolah Menengah Pertama Negeri 29, Surabaya, Jawa Timur,
geger. Senin (20/3) siang, puluhan murid perempuan sekolah itu
kesurupan. Pihak sekolah akhirnya memulangkan siswa lebih awal dari
jadwal biasa.
Awalnya, kegiatan belajar berjalan normal. Oktawistin, seorang murid
kelas dua mendadak histeris di kelas. Kawan-kawan Oktawistin yang
mencoba membantu ikut kesurupan. Begitu juga puluhan murid yang duduk di
kelas tiga. Paranormal kemudian dipanggil untuk menyembuhkan mereka.
Peristiwa kerasukan roh sudah dua kali terjadi dalam satu pekan di SMPN
29. Rabu silam, tiga siswi juga mengalami masalah serupa. Seorang di
antaranya Hilda Rosalita, siswi kelas tiga yang juga kesurupan pada hari
ini. Diduga kuat, peristiwa kesurupan bermula dari ditebangnya empat
pohon tua di lingkungan sekolah karena alasan kebersihan.(KEN/Nova Rini
dan Joko Sulistiyo Budi/Liputan6.com) |
|
Liputan 6
 |
Puluhan
Pelajar SMA di Bandar Lampung Kesurupan
15/03/2006
01:19 : Kesurupan melanda 22 pelajar SMA Negeri 6 Kecamatan Teluk Betung
Selatan, Bandar Lampung, Lampung. Semua korban yang kebanyakan perempuan
akhirnya sadar setelah empat jam kesurupan.
Bandar Lampung: Duapuluh dua pelajar Sekolah Menengah Atas Negeri 6
Kecamatan Teluk Betung Selatan, Bandar Lampung, Lampung, kesurupan saat
sedang mengikuti pelajaran, Selasa (14/3) pagi. Hanya seorang pelajar
pria yang menjadi korban.
Kesurupan ini adalah yang ketiga kalinya terjadi. Sebelumnya, Kamis
pekan lalu tujuh siswi sekolah itu kesurupan. Bahkan kemarin 37 siswi
juga kesurupan saat mengikuti upacara bendera. Hingga kini belum
diketahui penyebab kerasukan.
Kesurupan terjadi saat murid-murid sedang mengikuti pelajaran dalam
kelas. Semula hanya satu siswi yang kesurupan. Namun tiba-tiba sejumlah
murid lain yang berusaha membantu siswi tersebut justru ikut kesurupan.
Banyaknya pelajar yang kesurupan membuat pihak sekolah kewalahan.
Apalagi sebagian dari mereka meronta-ronta saat diobati. Sejumlah guru
dan murid lain yang tidak kesurupan lantas berupaya membantu teman
mereka agar sadar kembali.
Mereka yang kerasukan lalu dibawa ke musala sekolah untuk diobati. Pihak
sekolah juga mendatangkan seorang paranormal untuk menyembuhkan mereka.
Untuk membantu, pelajar lain terus membacakan ayat-ayat suci Alquran.
Semua murid yang kesurupan akhirnya sadar setelah empat jam tak sadarkan
diri.(MAK/Bisri Merduani dan Asep Saefulah/Liputan6.com) |
|
Liputan 6

|
Puluhan
Murid SMA Pangudiluhur Yogyakarta Kesurupan Lagi
07/03/2006
01:52 : Sekitar 20 siswa Sekolah Menengah Atas Pangudiluhur, Yogyakarta,
kembali kesurupan. Peristiwa itu adalah yang ketiga kalinya menimpa
sekolah tersebut sepanjang pekan ini.
Liputan6.com, Yogyakarta: Aktivitas belajar mengajar di Sekolah Menengah
Atas Pangudiluhur, Yogyakarta, terganggu karena sekitar 20 siswa kembali
kesurupan, Senin (6/3) siang. Peristiwa ini adalah yang ketiga di
sekolah itu sepanjang pekan ini.
Seperti peristiwa sebelumnya, pintu gerbang sekolah dijaga ketat satuan
pengamanan dan siswa. Pengelola sekolah melarang pihak luar, termasuk
polisi dan wartawan untuk memasuki lokasi. Hanya orang tua siswa serta
sejumlah paranormal yang diizinkan masuk.
Ary, paranormal yang didatangkan pihak sekolah membenarkan sekitar 20
siswa SMA Pangudiluhur kesurupan. Diduga, kejadian itu berawal dari
sejumlah murid bermain boneka jelangkung sebelum pelajaran dimulai.
Sedangkan pihak sekolah mengakui, ini adalah kejadian ketiga sekolah
mereka disatroni setan.
Kamis silam, sekitar 40 siswa SMA Pangudiluhur kesurupan [baca: Puluhan
Siswi SMA Pangudiluhur Yogyakarta Kesurupan]. Untuk mengusir mahluk
halus yang diduga mengganggu para siswa, pihak sekolah terpaksa
menghentikan kegiatan belajar mengajar selama dua hari. Namun, rupanya
upaya itu belum membuahkan hasil.(DNP/Wiwik Susilo) |
|
Liputan 6

|
Tujuh
Siswi MTsN di Padang Kesurupan
05/03/2006
10:11 : Tujuh siswi Madrasah Tsanawiyah Negeri Gunung Panggilun, Padang,
Sumatra Barat, kesurupan saat belajar. Seorang wartawati televisi swasta
yang meliput proses penyembuhan kesurupan ikut kesurupan.
Liputan6.com, Padang: Tujuh siswi Madrasah Tsanawiyah Negeri Gunung
Panggilun, Padang, Sumatra Barat, kesurupan saat belajar, baru-baru ini.
Seorang wartawati televisi swasta bernama Suswinda Ningsih yang meliput
proses penyembuhan, juga kesurupan di musala. Suswinda baru sadar
setelah disembuhkan sang ustad.
Insiden terjadi saat murid-murid MTsN Gunung Panggilun sedang belajar di
ruang kelas. Namun, Wakil Kepala MTsN Mislani mengaku tidak tahu
penyebab kejadian ini. Yang jelas, tujuh siswinya kemasukan setan sejak
Senin silam dan sembuh petang harinya. Tapi, anehnya setiap datang ke
sekolah, mereka kembali kesurupan.
Pihak sekolah berusaha menangani siswa yang kesurupan dengan memanggil
seorang ustad. Namun, hingga Sabtu pagi kesurupan masih terus
terjadi.(DNP/Deni Risman) |
|
Liputan 6

|
Puluhan
Siswi SMA Pangudiluhur Yogyakarta Kesurupan
03/03/2006
01:57 : Ketika melakukan doa pagi, seorang murid SMA Pangudiluhur,
Yogyakarta, tiba-tiba berteriak tanpa sebab. Seperti dikomando puluhan
siswi lain menyusul jadi histeris. Peristiwa ini sudah dua kali terjadi.
Liputan6.com, Yogyakarta: Puluhan siswi kelas I Sekolah Menengah Atas
Pangudiluhur, Yogyakarta, kesurupan, Kamis (2/30). Peristiwa itu terjadi
saat mereka menggelar doa pagi sebelum mulai belajar. Tiba-tiba seorang
siswi menangis dan berteriak-teriak tanpa diketahui penyebabnya. Tidak
lama kemudian, puluhan siswi lainnya menyusul ikut histeris.
Para siswi yang kesurupan dibawa naik ke lantai dua. Sementara pengelola
SMA Pangudiluhur kemudian melarang wartawan meliput kegiatan di sekitar
ruangan itu. Siswa-siswa lain juga menolak memberi jawaban saat ditanyai
penyebab rekan mereka histeris.
Namun menurut warga sekitar, kejadian yang menimpa siswi SMA
Pangudiluhur merupakan kali kedua dalam satu pekan terakhir ini. Hingga
kini, belum diketahui secara pasti penyebab peristiwa itu.(BOG/Wiwik
Susilo) |
|
Liputan 6

|
Puluhan
Siswi di di SMAN 3 Bangkalan Madura, Kerasukan
06/12/2005
15:43 : Kesurupan dialami puluhan siswi SMAN 3 Bangkalan, Madura, Jatim,
saat sedang mengikuti pengajian di sekolah. Beberapa dari korban yang
seluruhnya wanita pingsan. Mereka seperti didatangi makhluk laki-laki.
Liputan6.com, Bangkalan: Puluhan siswi Sekolah Menengah Atas Negeri 3
Bangkalan, Madura, Jawa Timur, kesurupan, Selasa (6/12) pagi. Mereka
kerasukan saat berlangsungnya pengajian di sekolah mereka. Beberapa di
antara siswa bahkan jatuh pingsan.
Awalnya waktu pengajian digelar, tiba-tiba beberapa siswi menjerit
seperti kehilangan ingatan dan meronta-ronta ketakutan. Kejadian ini
membuat panik para guru. Para siswi kemudian langsung diberikan
pertolongan dengan membawa mereka ke musala sekolah. Hanya sebentar,
sebagian siswi kemudian sembuh. Namun siswi lain menyusul ikut
kesurupan. Peristiwa kerasukan ini terjadi secara bergantian dan puluhan
siswi menjadi korban.
Redia Eka, korban kesurupan yang sudah sembuh, mengatakan tatkala
mendengarkan pengajian, mendadak merasa didatangi makhluk berkelamin
laki-laki. Makhluk yang tinggi besar dan menakutkan itu langsung
memeluknya. Korban yang mencoba menjerit tiba-tiba pingsan dan tak ingat
lagi apa yang terjadi. Ia mengaku merinding dan dada serasa ditekan.
Hingga siang tadi, beberapa ahli kebatinan masih mencoba menyembuhkan
para siswa yang seluruhnya wanita. Sebagian guru membaca surah Yasin
untuk mengusir para makhluk halus yang merasuki siswi.(MAK/Sali Nawali) |
|
Liputan 6

|
Belasan
Pelajar SMP Muhammadiyah di Jombang Kesurupan
24/08/2005 02:44 : Para korban baru bisa disadarkan setelah pihak
sekolah mendatangkan sejumlah ustad dan wali murid. Peristiwa ini bukan
kali pertama, meski setiap hari selalu dibacakan ayat Alquran di semua
ruang kelas.
Liputan6.com, Jombang: Belasan siswi Sekolah Menengah Pertama
Muhammadiyah Jombang, Jawa Timur, baru-baru ini kesurupan. Kasus ini
bermula ketika seorang siswi berteriak-teriak saat jam istirahat.
Teriakan itu kemudian disusul oleh siswi lainnya yang mencapai belasan
siswi. Pihak sekolah yang mengetahui kejadian itu segera mendatangkan
sejumlah ustad serta wali murid untuk mengusir makhluk halus yang
merasuki tubuh korban.
Seluruh siswi yang kesurupan kemudian dikumpulkan pihak sekolah di salah
satu ruangan. Dengan dipimpin ustad Faisal, dilakukan rukyah untuk
menyadarkan mereka. Ketika dibacakan ayat-ayat suci, banyak di antara
korban kesurupan kembali berteriak histeris. Perlu waktu beberapa lama
untuk kembali menyadarkan pelajar perempuan ini dari kesurupan.
Menurut Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah Jombang, Hadi Nurhamid,
peristiwa yang menimpa pelajarnya itu akibat gangguan makluk halus.
Tahun lalu peristiwa serupa juga pernah terjadi, padahal setiap pagi
pihak sekolah selalu membacakan ayat Alquran di setiap ruangan kelas
sebelum memulai pelajaran.(ADO/Bambang Ronggo) |
|
Liputan 6

|
Belasan
siswa SMA Abdulloh bin Nuh, Bogor, Histeris Massal
13/08/2005
01:56 : Belasan siswa SMA Abdulloh bin Nuh di Bogor, Jawa Barat, tanpa
sebab yang jelas berteriak dan menangis. Warga mengira mereka kesurupan.
Mereka bisa disembuhkan, setelah dirawat dokter.
Liputan6.com, Bogor: Belasan siswa Sekolah Menengah Atas Abdulloh bin
Nuh di Jalan Taman Cimanggu, Bogor, Jawa Barat, Jumat (12/8) sore,
mengalami histeria massal. Warga sekitar mengira mereka kesurupan.
Peristiwa yang menggemparkan seluruh isi sekolah tersebut, terjadi
selepas salat Jumat. Tanpa sebab yang jelas, tiba-tiba mereka berteriak
sejadi-jadinya bahkan sebagian menangis dengan nafas tersengal-sengal.
Siswa yang mengalami histeria kemudian dibawa ke ruang guru. Pihak
sekolah selanjutnya memanggil dokter dari Dinas Kesehatan Kota Bogor.
Setelah mendapat perawatan, akhirnya semua siswa bisa disembuhkan.
Mereka mengaku merasakan ada beban berat sehingga secara tidak sadar
berteriak sejadi-jadinya. Santi misalnya, ia merasa ada yang menepuk
pundaknya dan muncul bisikan agar berteriak sekeras mungkin.(IAN/Heru
Yustanto) |
|
Liputan 6

|
40 Siswa
SMP II Panji Situondo Kesurupan
10/03/2005
09:03 : Kesurupan yang dialami sejumlah siswa SMPN II Panji Situondo
masih terus berlangsung. Jumlah yang kesurupan kini menjadi 40 siswa.
Menurut tim dari Diskes Situbondo, siswa itu mengalami gangguan
kejiwaan.
Liputan6.com, Situbondo: Kesurupan yang menimpa sejumlah siswa Sekolah
Menengah Pertama Negeri II Panji Situondo, Jawa Timur, hingga Rabu
(9/3), masih terus berlangsung. Tercatat sebanyak 40 siswa masih
mengalami kesurupan. Di antaranya 37 murid perempuan dan sisanya
laki-laki.
Selain membuat proses belajar-mengajar terganggu, para orang tua siswa
makin resah dengan kondisi itu. Mereka terpaksa menunggu anak mereka
saat belajar di sekolah. Pihak sekolah meliburkan murid yang kesurupan
agar tak kambuh saat sedang belajar di sekolah.
Berbagai upaya terus dilakukan pihak sekolah, orang tua siswa dan para
siswa. Para murid secara bergantian membaca Alquran di musala. Pihak
sekolah juga melakukan upaya metafisika. Sedangkan pihak Dinas
Pendidikan setempat hanya bisa mengawasi kejadian itu [baca: Siswi SMP
Kesurupan di Situbondo].
Menurut tim dokter dari Dinas Kesehatan Situbondo, para siswa itu
mengalami gangguan kejiwaan atau histeria. Penyakit ini membuat orang
yang terserangnya tak sadarkan diri. Anak yang membutuhkan perhatian dan
manja biasanya sangat mudah kesurupan.(JUM/Tim Liputan 6 SCTV) |
|
Liputan 6

|
Tiap Hari
siswi kesurupan di SMP I Panji, Situbondo.
09/03/2005
15:04 : Setiap hari, jumlah siswi yang kesurupan bisa lima orang. Khusus
Selasa dan Kamis mencapai sembilan hingga 12 siswi. Kejadian ini terjadi
sejak sekolah membangun tempat parkir di sumur tua.
Liputan6.com, Situbondo: Para siswi kelas tiga Sekolah Menengah Pertama
Negeri 2 Panji, Situbondo, Jawa Timur, selama tiga bulan terakhir ini
mengalami gejala kerasukan. Para siswi mengaku kepanasan dan kerap
menjerit histeris.
Setiap hari, jumlah siswi yang kesurupan bisa lima orang. Khusus Selasa
dan Kamis bahkan mencapai sembilan hingga 12 siswi. Akibatnya para orang
tua harus menunggui anak-anak mereka selama di sekolah.
Mulanya, menurut para siswa, kerusupan hanya dialami seorang siswa dalam
sehari. Musibah ini terjadi sejak pihak sekolah membangun tempat parkir
Desember 2004 di bekas sumur tua. Untuk mengantisipasinya, pihak sekolah
sudah meliburkan siswa yang kesurupan agar tak kesurupan lagi. Namun,
belakangan, justru banyak korban kesurupan baru. Biasanya waktunya
antara pukul 9.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB.
Untuk itu, pihak sekolah berniat memindahkan jam pelajaran siswa kelas
tiga dari pagi ke siang. Pihak sekolah juga terus melakukan berbagai
upaya untuk menangani hal ini, termasuk melakukan upaya-upaya metafisik.
Sedangkan pihak Departemen Pendidikan setempat hanya bisa mengawasi
kejadian itu.(MAK/Agus Ainulyakin dan Taufikurrahman) |
|
Liputan 6

|
Belasan
Siswa SMP di Pasuruan Kesurupan
14/12/2004
15:03 : Sejumlah siswa menuturkan, kepala mereka pusing ketika masuk
kelas setelah sekolah menggelar upacara. Sebagian siswa, bahkan, pingsan
dan menggelepar seperti orang kesurupan.
Liputan6.com, Pasuruan: Sebanyak 13 siswa Sekolah Menengah Pertama
Trunon Grati, Pasuruan, Jawa Timur, Selasa (14/12), harus dirawat di
Pusat Kesehatan Masyarakat Grati. Mereka diduga kesurupan menjelang
aktivitas belajar dimulai di sekolah.
Sejumlah siswa menuturkan, kepala mereka pusing ketika masuk kelas
setelah sekolah menggelar upacara. Sebagian siswa, bahkan, pingsan dan
menggelepar seperti orang kesurupan. Hasil diagnonis awal dokter
menyebutkan, para siswa tidak menderita keracunan. Sementara itu,
sejumlah orang tua membasuh sekujur tubuh anaknya yang dirawat di
puskesmas dengan air. Mereka percaya, air tersebut bisa mengobati orang
kesurupan.(SID/Tim Liputan 6 SCTV) |
|
Liputan 6

|
Belasan
Siswa SMUN Tiga Batam Kesurupan
03/09/2004
06:45 : Selesai salat Zuhur, seorang siswa SMUN Tiga Batam menjerit
histeris dan mengomel dengan kata-kata aneh. Setelah disembuhkan,
gantian belasan siswa lain kerasukan dan menular ke pelajar lain.
Liputan6.com, Batam: Belasan siswa Sekolah Menengah Umum Negeri Tiga
Batam, Kepulauan Riau, tiba-tiba menggelepar tak sadarkan diri, Kamis
(2/9) siang. Enam di antara mereka adalah siswa putri. Peristiwa bermula
setelah beberapa siswa salat Zuhur di musala sekolah. Salah seorang
siswa sekonyong-konyog menjerit histeris dan mengomel dengan kata-kata
aneh.
Seorang ustad yang segera didatangkan berhasil menenangkan siswa itu.
Namun, tak lama kemudian gantian siswa lain kerasukan. Kesurupan
berlangsung lama dan menular ke belasan siswa. Menurut ustad, para murid
dirasuki roh halus yang marah karena tempat bersemayamnya, yaitu gedung
sekolah, dikotori. Beberapa siswa mengaku, sering menjadikan sekolah
mereka tempat berpacaran.
Kerasukan ini terjadi setiap hari sejak Selasa pekan ini. Agar kerasukan
tidak meluas, para guru mengharuskan semua siswa membaca Alquran Surat
Yasin sebelum pelajaran dimulai.
Kasus yang hampir sama juga menimpa delapan siswa Sekolah Menengah Umum
Negeri 2 Air Tiris, Kabupaten Kampar, Pekanbaru, Riau, Maret silam
[baca: Kasus Siswa Kesurupan di Pekanbaru Meluas]. Mata mereka
membelalak dan kejang-kejang sembari berteriak histeris, ketika
pelajaran hendak dimulai.
Menurut paranormal, ada dua kelompok anak muda, termasuk beberapa siswi
sekolah ini yang bermain jelangkung saat pelajaran ekstra kurikuler.
Mereka memanggil roh untuk mengetahui calon pacar mereka. Namun saat roh
mulai datang, para siswi malah lari karena tidak bisa mengusirnya
lagi.(ZAQ/Erwan Buntaro dan Aloysius Aran) |
|
Liputan 6

|
Belasan
Mahasiswa Poltek Kesehatan Denpasar Kesurupan
24/04/2004
01:34 : Sebanyak 15 mahasiswa Politeknik Kesehatan Denpasar kesurupan
saat mengikuti upacara meminta maaf kepada dewa atau Guru Piduka.
Kejadian ini bermula dari dibunuhnya seekor ular oleh seorang mahasiswa.
Liputan6.com, Denpasar: Kampus Politeknik Kesehatan (Poltek) Denpasar
heboh. Sebanyak 15 mahasiswanya kesurupan saat mengadakan upacara Guru
Piduka atau memohon maaf kepada dewa di halaman kampus Poltek Kesehatan
Jurusan Keperawatan di Jalan Pangeran Moyo Nomor 33 Denpasar, Bali,
Jumat (23/4). Upacara dilakukan untuk meminta maaf kepada Sang Hyang
Widhi dan roh penghuni kampus. Pasalnya, salah seorang mahasiswa
membunuh seekor ular yang keluar dari pura di kampus, Rabu silam.
Menurut Direktur Poltek Kesehatan I Gusti Gede Djestawana, setelah ular
terbunuh, mendadak si mahasiswa dan tujuh temannya kesurupan. Usai
kejadian tersebut, Djestawana segera menggelar upacara Guru Piduka.
Belakangan jumlah mahasiswa yang kemasukan semakin banyak. Karena
itulah, siang tadi, upacara serupa kembali dilaksanakan. Djestawana
mengatakan mahasiswa kesurupan justru memberi tanda bahwa permohonan
maaf sudah diterima dewa.
Peristiwa serupa pernah terjadi di Sekolah Menengah Umum Negeri 2 Air
Tiris, Kabupaten Kampar, Pekanbaru. Peristiwa yang terjadi awal bulan
silam itu menyebabkan 30 siswa tidak sadarkan diri [baca: Kasus Siswa
Kesurupan di Pekanbaru Meluas].(YAN/Aries Wicaksono dan Putra Setiawan)
|
|
Liputan 6

|
Puluhan
Siswa SMU Handayani Riau Kesurupan
02/03/2004
01:03 : Untuk menghindari korban berjatuhan, pengelola SMU Handayani,
Pekanbaru, Riau, terpaksa meliburkan siswanya. Kebijakan ini diambil
karena 25 siswanya kesurupan saat mengikuti upacara bendera.
Liputan6.com, Pekanbaru: Sebanyak 25 siswa Sekolah Menengah Umum
Handayani, Pekanbaru, Riau, kesurupan saat mengikuti upacara bendera,
Senin (1/3) pagi. Untuk menghindari korban bertambah banyak, pihak
sekolah langsung meliburkan siswanya.
Upacara yang sebelumnya berlangsung khidmat tiba-tiba mulai terusik saat
bendera Merah Putih dinaikkan. Tiga siswa tiba-tiba roboh dan tak
sadarkan diri. Ketiganya diduga pingsan karena belum sarapan. Namun,
suasana menjadi panik ketika siswa yang pingsan mencapai 25 orang.
Mereka langsung kejang-kejang dan berteriak histeris. Bahkan, para siswa
yang sebelumnya ingin menolong, ikut-ikutan kesurupan. Itulah sebabnya,
pihak sekolah meliburkan siswanya.(YYT/Yusril Ardanis dan Pris Simon) |
|