Member :Log-In -Register Home  War  Siyasah  e-Book  Foto  Galery  Islam  Hikayat  Postingan  Khasanah Islam Forum Diskusi     
    Bookmark and Share  

Roh Gentayangan?

Konsultasi & FAQ Oleh : Redaksi 25 Apr, 05 - 8:30 pm

imageAssalamu'alaikum wr. wb. Merebaknya tayangan mistik di berbagai televisi Indonesia, sangat merisaukan umat Islam. Seolah-olah roh manusia yang telah meninggal masih bergentayangan di bumi, berkomunikasi dengan manusia yang masih hidup, atau mengganggu manusia dan lain-lain. Tapi menurut seorang Ustaz di sebuah pengajian lewat radio (saya tidak usah menyebutkan namanya), roh-roh yang bcrgentayangan itu adalah iblis (Jin) yang melakukan tipu daya dengan menyerupai orang yang sudah meninggal untuk menyesatkan dan merusak akidah manusia, Sedangkan roh manusia yang telah meninggal berada di alam barzakh, tetap di sana sampai Hari Kebangkitan. Dalilnya, antara lain, firman Allah "Kemudian, sesudah itu sesungguhnya kamu semua benar-benar akan mati. Kemudian sesungguhnya kamu semua akan dibangkitkan (dari kuburmu) di hari kiamat." [QS.Al-Mu'minun (23) : 15-16]

Oleh karena itu, saya mohon Bapak Kiai dapat memberikan bimbingan agama mengenai masalah ini. Di manakah tempat arwah manusia setelah meninggal? Benarkah ada arwah manusia bergentayangan di bumi, bahkan berkomunikasi dengan manusia yang masih hidup? Atas bimbingan tersebut, saya ucapkan terima kasih.

Dari

Agus Sudaryanto
Babelan, Bekasi


Wa'alaikumussalam Wr.Wb.
Bapak Agus Sudaryanto yang baik.
Semaraknya tayangan berbau mistik di berbagai televisi di Indonesia, memang sangat meresahkan dan menggelisahkan umat Islam, terutama bagi orang-orang yang masih memiliki kepedulian akan pentingnya menjaga kemumian akidah umat Islam. Meskipun di sisi lain, kita tahu bahwa pihak pertelevisian yang menayangkan program-program berbau mistik tersebut, lebih berorientasi pada target mengejar rating tinggi, hingga eksistensi televisi sebagai media penyebaran informasi dan media pendidikan sering terabaikan.

Sebelum menjawab pertanyaan Bapak tentang posisi ruh (arwah) manusia yang telah meninggal, terlebi dulu ingin kami paparkan beberapa hal yang ada hubungannya dengan masalah itu.

Pertama, tentang alam, bahwa alam itu terbagi menjadi tiga, yaitu alam dunia, alam barzakh dan alam akhirat. Ketiga jenis alam itu memiliki status dan aturan sendiri. Alam dunia adalah refieksi dari jasad sedangkan ruh sebagai bagiannya, namun sebaliknya alam barzakh adalah refleksi dari ruh sedangkan jasad sebagai bagiannya. Dan terakhir alam akhirat atau Daru al-Qarar adalah alam setelah kebangkitan manusia dari kuburnya untuk mendapatkan baiasan, di mana jasad dan ruh digabungkan kembali.

Kedua, kematian atau maut adalah berpisahnya ruh dengan jasad, dan ketika pemisahan tersebut terjadi, ruh berada di alam barzakh atau alam kubur. Ibarat perjalanan waktu, manusia yang sudah pindah ke alam lain itu tidak akan kembaii ke alam semula. Ruh manusia yang sudah pindah ke alam barzakh juga tidak akan kembaii ke alam dunia. dan tidak akan pernah kembali ke alam dunia.

Ketiga, barzakh secara bahasa berarti pembatas antara dua hal, dan di sini maksudnya pembatas antara alam dunia dengan alam akhirat.

Dengan demikian, ketika seorang meninggal (mati, berpisah jasad dari ruhnya), maka ia tidak akan kembali ke alam dunia. Pada hari kiamat nanti, orang-orang kafir akan memohon kepada Allah agar dikembalikan lagi ke dunia untuk beramal shalih, tetapi permintaan itu tidak dikabulkan oleh Allah. Oleh karena itu, apa yang dikatakan oleh seorang Ustadz tadi, bahwa ruh-ruh yang bergentayangan itu adalah setan yang melakukan tipu daya dengan menyerupai orang yang sudah meninggal, insya Allah benar. Dan ketika ruh akan dibangkitkan dari alam barzakh (alam kubur) ke alam akhirat, ruh itu dikembalikan ke jasad yang baru yang diciptakan untuk alam akhirat.

Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyah menyebutkan daiam bukunya, al-Ruh, bahwa ada beberapa pendapat tentang keberadaan ruh setelah meninggal hingga hari kiamat. Dari sekian banyak pendapat yang ada, tidak satu pun yang menerangkan bahwa ada ruh yang bergentayangan. Ruh orang-orang beriman berada dialam barzakh yang luas, yang di dalamnya ada ketenteraman dan rezeki serta kenikmatan, sedangkan ruh orang-orang kafir berada di barzakh yang sempit, yang di dalamnya hanya ada kesusahan dan siksa. Allah berfirman, "Dan di hadapan mereka ada barzakh sampai hari mereka dibangkitkan." (QS. al-Mukminun : 100).

Adapun kaitannya dengan Jin adalah, bahwa Jin itu makhluk yang dapat menjelma atau merubah fisiknya menyerupai bentuk manusia atau makhluk-makhluk yang lain. Setan yang berasal dari Jin, ingin menyebarkan tipu daya dan keraguan pada keimanan manusia, maka saiah salu caranya adalah dengan menjelma menyerupai seseorang yang telah meninggal. Akibat dari penjelmaan tersebut, orang-orang yang melihat menganggap dan berkeyakinan bahwa yang mereka lihat adalah ruh dari orang yang mereka kenal sebelumnya. Oleh karena itu, apa yang dikatakan oleh kaum awam tentang adanya ruh gentayangan tidaklah benar menurut ajaran Islam.

Mengenai kemungkinan adanya komunikasi antara manusia yang masih hidup dengan orang yang sudah meninggal juga tidak benar, hatta para nabi dan wali yang telah meninggal sekalipun, tidak bisa berkomunikasi dengan manusia yang masih hidup. Oleh karena itu, cerita yang kerap kita dengar tentang pertemuan dan perbincangan seseorang dengan Nabi Haidir di tepi pantai adalah cerita bohong belaka. Rasulullah SAW bersabda, "Setelah seratus tahun, semua yang hidup di atas bumi ini akan meninggal." (HR Imam AI-Bukhari). Beralasan dengan Hadis tersebut dan beberapa hadis yang lain, para ulama berpendapat bahwa Nabi Haidir benar-benar telah meninggal dan tidak akan kembah' ke alam dunia, apalagi bertemu dan berkomunikasi dengan manusia.

Memang ada firman Allah yang terjemahannya, "Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezeki." (QS. Ali Imran : 169) Demikian juga Hadis Nabi yang diriwayatkan oleh Imam ai-Baihaqi dalam kitabnya, Hayat al-Anbiya fi Quburihim, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Para Nabi itu hidup di daiam kubur mereka senantiasa dalam keadaan shalat."

Namun demikian, maksud ayat dan Hadis tersebut adalah menjelaskan tentang adanya bentuk kehidupan yang dialami para Syuhada dan para Nabi setelah mereka meninggal. Kehidupan yang dimaksud adalah kehidupan secara khusus yang tidak dapat diketahui hakikatnya kecuali oleh Allah SWT. Demikian juga Hadis Rasulullah yang menyebutkan, "Siapa saja dari umatku yang bershalawat padaku sepeninggalku, maka aku akan membalas salamnya." Ketika Rasulullah membalas ucapan shalawat umatnya, juga tidak dapat diketahui dan didengar oleh umatnya. (disalin & diedit dari amanahonline)

Demikianlah jawaban kami, mudah-mudahan bermanfaat


ada 3 thread komentar 2183 hits - dibaca 9339 hits
.: Browse Topik
»  Berita & Investigasi
»  Pengalaman Spiritual
»  Fiqih Quran & Hadist
»  Artikel
»  Konsultasi & FAQ
.: Browse Archive
»  Browse Entry (all)
»  Browse Entry (date)
»  Browse Entry (category)


Google Translate 2


Hak cipta dilindungi oleh Allohu Subhanahu wa Ta'ala
TIDAK DILARANG KERAS mengcopy, memperbanyak, mengedarkan
untuk kemaslahatan bersama syukur Alhamdulillah sumber artikel dicantumkan

Questions & suggestion or problems regarding this web site should be directed to webmaster

Copyright © Sep 2002 - swaramuslim - power with Pmachine All right reserved

in association with Muslim Netters Association

best viewed with IE Resoluton 800 X 600